Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Objek Wisata Pantai Jati Tuapejat: Rasakan Sensasi Surga Bawah Laut nan Menawan

Adetio Purtama • Jumat, 3 Mei 2024 | 10:00 WIB

 

Sejumlah penyelam berfoto bersama di bawah laut Pantai Jati Tuapejat. (RUDI FOR PADEK)
Sejumlah penyelam berfoto bersama di bawah laut Pantai Jati Tuapejat. (RUDI FOR PADEK)
Selain wisata surfing atau selancar air, potensi wisata bahari Kabupaten Kepulauan Mentawai yang cukup diminati yakni diving dan snorkling. Salah satu spot snorkling atau diving yang ramai diselami berada di Selat Awera atau tepatnya di depan Pantai Jati, Tuapejat dengan kedalaman dua meter hingga empat meter. Seperti apa rasanya? 

Laporan ARIF RD, Mentawai—

Pantai Jati Tuapejat memang telah menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai diminati di Pulau Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Baik itu karena keindahan pantainya yang bersih, juga pesona pemandangan mentari senja di ufuk barat.

Namun, hal itu belum cukup menantang bagi penjelajah atau peminat olahraga dunia bawah laut. Kekayaan bawah laut Mentawai dengan beragam endemik ikan dan terumbu karang menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan, salah satu ikan endemi ikan Nemo juga ada di bawah laut Mentawai.

Salah seorang pemuda setempat Redi, 36, kepada Padang Ekspres mengatakan bahwa ekosistem bawah laut Pantai Jati masih sangat terjaga. Buktinya, kata dia, masih banyak penikmat olahraga bawah laut yang ingin menikmati keindahannya.

Dua orang pengunjung berfoto dengan latar belakang kawasan Pantai Jati Tuapejat. (RUDI FOR PADEK)
Dua orang pengunjung berfoto dengan latar belakang kawasan Pantai Jati Tuapejat. (RUDI FOR PADEK)
“Memang, untuk olahraga diving tidak bisa diizinkan sendirian menyelam. Biasanya, ada perkumpulan atau komunitasnya yang menyelam di kawasan laut Pantai Jati ini. Namun untuk snorkling, ada juga yang berani sendirian. Yang kalau sudah menjadi hobi, ya begitulah,” ungkapnya. 

Menurut dia, potensi snorkling dan diving ini sebenarnya juga bisa menjadi peluang usaha. Minimal, pengunjung yang ingin belajar scuba atau snorkling bisa dipandu oleh instruktur yang berpengalaman. Tentunya juga harus mengutamakan keselamatan.

“Banyak potensi usaha wisata yang bisa dikembangkan di Pantai Jati. Namun saya melihat potensi ini, belum sepenuhnya mendapat perhatian dari pemerintah. Sementara, masih banyak anak-anak muda Mentawai yang belum banyak pengalaman pada bidang wisata bawah laut tersebut,” ujarnya.

Sekretaris Desa Tuapejat Nobel mengatakan, pihaknya telah berkomitmen memfokuskan pengembangan desa Tuapejat pada dua hal, yakni pertanian dan pariwisata, khususnya pariwisata laut. Sebab, kata dia, dua potensi ini menjadi salah satu andalan bagi Mentawai, dan khususnya Desa Tuapejat.

Salah satu endemi dan ekosistem makhluk hidup yang berada di bawah laut Pantai Jati. (RUDI FOR PADEK)
Salah satu endemi dan ekosistem makhluk hidup yang berada di bawah laut Pantai Jati. (RUDI FOR PADEK)
“Untuk olahraga snorkling dan diving memang memerlukan peralatan dan keahlian khusus. Ke depan harus berpikir bagaimana memberikan pelatihan dan kerja sama dengan pelaku usaha untuk mengembangkan olahraga tersebut. Selama ini, olahraga diving baru masih dari kalangan tertentu saja,” ujarnya.

Pengunjung berfoto bersama usai melakukan snorkling dan diving di Pantai Jati Tuapejat. (RUDI FOR PADEK)
Pengunjung berfoto bersama usai melakukan snorkling dan diving di Pantai Jati Tuapejat. (RUDI FOR PADEK)
Dia berharap ke depan keindahan bawah laut Pantai Jati juga bisa dinikmati oleh pengunjung, baik dari dalam Mentawai maupun luar Mentawai. Tentunya kata dia, diperlukan dukungan dari dinas terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan dan juga instansi terkait. Termasuk juga lembaga vertikal. (***)

Editor : Adetio Purtama
#pantai Jati Tuapejat #olahraga diving #snorkling #Desa Tuapejat #Kabupaten Kepulauan Mentawai