Laporan RIAN AFDOL, Agam—
Objek wisata Sejuta Janjang Lereng Singgalang terletak di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Lokasi ini berjarak 4,7 dari Simpang Padanglua, Kecamatan Banuhampu, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Dihitung dari Kota Bukittinggi, Sejuta Janjang Lereng Singgalang berjarak 9,2 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 20 menit saja.
Medan jalan menuju lokasi cukup lancar. Meski didominasi oleh tanjakan pada jarak sekitar dua kilometer menjelang lokasi, kondisi jalannya cukup baik. Di sepanjang perjalanan, sudah mulai terlihat pemandangan indah yang siap memanjakan mata setiap pengunjung yang datang.
Meski cukup menguras tenaga untuk sampai di puncak Sejuta Janjang Lereng Singgalang ini, rasa letih terbayarkan dengan pemandangan memukau dan suasana hijau hutan pinus di puncak. Ditambah dengan kicau burung serta suara jangkrik yang membuat suasana menjadi asyik dan asri.
Dari puncak, pengunjung bisa melihat Kota Bukittinggi dan daerah di sekitarnya. Di sana juga bisa menyaksikan tebing ngarai yang panjang membentang dan melihat hamparan sawah hijau terbentang.
Titik puncak Sejuta Janjang Lereng Singgalang didesain dengan cukup apik. Terdapat gazebo, ruang terbuka, mushala dan kamar mandi memadai yang bisa dimanfaatkan oleh setiap pengunjung.
Bersantai setelah lelah menapaki jenjang di lokasi ini sambil memandang kota, ngarai dan hamparan sawah di lokasi ini tentu sangat menenangkan.
Jika beruntung, pengunjung juga bisa menyaksikan kabut yang membuat lokasi ini terlihat seperti tangga yang menembus awan. Meski membatasi pemandangan tapi pengalamannya tentu mengesankan.
Menuruni tangga ini tentu membuat pengunjung lumayan lapar atau haus. Namun tidak perlu khawatir. Di titik pintu masuk lokasi ini juga ada kafe dan restro yang siap memanjakan pengunjung yang lapar setelah menaiki dan turun dari destinasi wisata ini.
Salah seorang pengunjung Sejuta Janjang Lereng Singgalang Aprinaldi kepada Padang Ekspres menyebutkan bahwa ia sangat terkesan dengan keindahan pemandangan alam di lokasi ini.
“Destinasi ini unik dan memberikan kesan yang berbeda. Pada bagian puncaknya kita bisa melihat Kota Bukittinggi dari ketinggian. Selain itu kita juga bisa melihat ngarai, area pemukiman dan hamparan sawah dan ladang yang memukau,” ucapnya.
Pengunjung yang datang dari Kota Padang ini juga menyebutkan bahwa meskipun menarik, ia menilai bahwa di lokasi ini perlu beberapa penambahan fasilitas penunjang.
“Kalau parkirannya luas, bersih. Namun menurut saya perlu penambahan terkait informasi, baik panjang trek, pos-pos yang ada, serta informasi lainnya yang berkaitan dengan spot wisata ini. Atau mungkin informasi terkait budaya Agam atau Sumatera Barat. Jadi saat pengunjung lelah dan berhenti sejenak mereka bisa membaca dan mendapatkan informasi singkat tapi menarik. Selain itu mungkin perlu tambahan petugas setidaknya di beberapa pos,” tutupnya.
Untuk masuk ke lokasi ini, pengunjung tidak perlu khawatir soal biaya, karena tergolong murah. Untuk dewasa hanya dikenakan biaya Rp 5.000 dan untuk anak-anak hanya dikenakan biaya Rp 3.000. Kemudian untuk parkir kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp 3.000 dan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp 10.000. (***)
Editor : Adetio Purtama