Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sungkai Green Park, Ruang Hijau Edukatif yang Tumbuh dari Kepedulian di Lambung Bukit

Muhammad Reza Bayu Permana • Jumat, 21 November 2025 | 11:48 WIB
PATUT UNTUK DIKUNJUNGI: Sungkai Green Park destinasi ekowisata yang dibangun sepenuhnya melalui pendanaan swadaya, tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi lingkungan dan pertanian.
PATUT UNTUK DIKUNJUNGI: Sungkai Green Park destinasi ekowisata yang dibangun sepenuhnya melalui pendanaan swadaya, tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga edukasi lingkungan dan pertanian.

PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, sebuah ruang hijau tumbuh di Lambung Bukit, menjadi saksi kepedulian manusia terhadap alam.

Ekowisata Sungkai Green Park namanya. Didirikan pada tahun 2020 oleh pasangan Rimbra, 50, dan Mai Siska, 45.

Lokasi ini bukan sekadar destinasi wisata biasa. Tempat ini menjelma menjadi pusat edukasi lingkungan sekaligus lokasi rekreasi yang ramah bagi pengunjung dari segala usia.

Motivasi Rimbra dalam membangun Sungkai Green Park berakar dari kecintaannya pada lingkungan. Ia ingin menciptakan sebuah ruang di mana manusia dapat berinteraksi dengan alam sekaligus belajar untuk melestarikannya.

“Ekowisata ini bukan hanya tempat untuk berwisata, melainkan juga berfungsi sebagai tempat edukasi. Kami ingin pengunjung bisa pulang membawa ilmu dan kepedulian baru terhadap alam,” ujar Rimbra dengan penuh semangat.

Di Sungkai Green Park, pengunjung disuguhi pemandangan menawan, mulai dari kolam ikan hias yang tenang hingga perkebunan beragam jenis tanaman.

Namun, pengalaman yang ditawarkan lebih dari sekadar panorama alam. Para pengunjung juga memiliki kesempatan untuk mempelajari praktik pertanian berkelanjutan dan teknik pelestarian lingkungan.

Setiap sudut taman dirancang agar interaksi dengan alam bisa menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

Secara kelembagaan, Sungkai Green Park dikelola di bawah P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya), di mana Rimbra menjabat sebagai ketua. Status ini, yang berada di bawah BPSDMP, menegaskan posisi ekowisata ini sebagai lembaga pelatihan resmi.

Lahan yang menjadi tempat kegiatan ini merupakan tanah pusaka keluarga, dimanfaatkan secara produktif untuk mendukung berbagai aktivitas wisata dan edukasi.

Akses menuju lokasi pun tergolong mudah. Dari arah Jembatan Gunung Nago, pengunjung cukup mengambil persimpangan kanan dan mengikuti jalan sejauh 1,9 kilometer untuk tiba di pintu masuk taman.

Mengenai biaya, Rimbra memilih untuk tidak memasang tarif bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati keindahan taman.

Sementara bagi mereka yang mengikuti kegiatan terorganisir, seperti camping atau pelatihan, pengelola menetapkan tarif kontribusi sebesar Rp10.000 per orang.

Meski dibangun sepenuhnya melalui upaya swadaya, Rimbra mengakui masih terdapat banyak potensi yang belum tergali.

“Masih banyak potensi lahan yang belum dimanfaatkan dan dikembangkan, karena keterbatasan yang kami miliki. Harapannya, tempat edukasi dan wisata ini bisa terus berkembang untuk memberi manfaat yang lebih besar,” ungkapnya.

Sungkai Green Park kini menjadi simbol kolaborasi manusia dan alam, di mana keindahan, edukasi, dan kepedulian lingkungan berjalan seiring.

Tempat ini tidak hanya menawarkan ketenangan bagi jiwa, tetapi juga memberi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih mencintai dan menjaga alam sekitar.(cr2)

Editor : Novitri Selvia
#Rimbra #Sungkai Green Park #Lambung Bukit #ekowisata