Pantauan di lokasi pada Sabtu (3/1/2026) menunjukkan suasana sepi di pintu masuk pendakian objek wisata setinggi 80 Mdpl itu. Jarang terlihat wisatawan yang biasanya ramai memadati kawasan makam Siti Nurbaya untuk menikmati pemandangan laut dan Kota Padang dari ketinggian.
Penurunan Kunjungan Hingga 50 Persen
Rudi, 42, petugas retribusi Gunung Padang mengungkapkan, angka kunjungan merosot hingga 50 persen. Menurutnya, penurunan ini imbas langsung dari kondisi pascabanjir bandang yang melanda Sumatera Barat, termasuk Padang pada November lalu.
"Pada libur Nataru kali ini, kunjungan menurun drastis hingga 50 persen dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini paling terasa sejak terjadinya bencana banjir bandang di Padang dan beberapa daerah lain di Sumatera Barat," ungkap Rudi, Sabtu (3/1/2026).
Saat cuaca cerah, rata-rata pengunjung hanya berkisar 100 hingga 150 orang per hari. Angka ini jauh di bawah jumlah normal yang bisa menembus angka 500 orang saat musim liburan.
"Saat ini kalau cuaca bagus, pengunjung per hari diperkirakan hanya kisaran 100 hingga 150 orang. Hal ini beda sekali dengan sebelum bencana, di mana jumlah kunjungan bisa mencapai 500 orang, apalagi di musim liburan seperti sekarang," jelas Rudi.
Dampak Ekonomi bagi Warga Sekitar
Sepinya pengunjung berdampak langsung pada ekonomi warga sekitar. Pedagang kecil, petugas parkir, dan pemandu lokal kehilangan potensi pendapatan besar yang biasanya mereka dapatkan setiap momentum pergantian tahun.
Pihak pengelola berharap pemulihan pascabencana berjalan cepat agar kepercayaan wisatawan kembali pulih.
Dukungan promosi dari pemerintah kota juga dinilai krusial untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata di Gunung Padang.(*)
Editor : Heri Sugiarto