Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pantai Muaro Lasak Padang Belum Bersih dari Sampah Sisa Banjir Bandang November 2025

Mengki Kurniawan • Jumat, 6 Februari 2026 | 14:34 WIB

Kawasan Pantai Muaro Lasak yang masih dipenuhi sampah sisa banjir bandang November 2025 lalu, Jumat (6/2/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Kawasan Pantai Muaro Lasak yang masih dipenuhi sampah sisa banjir bandang November 2025 lalu, Jumat (6/2/2026). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM--Pantai Muaro Lasak, Kota Padang, Sumatera Barat, hingga Jumat (6/2/2026) masih dipenuhi sampah sisa banjir bandang November 2025, terutama di sekitar Monumen Merpati Perdamaian.

Pantauan pada Jumat (6/2/2026) menunjukkan material kayu, plastik, dan sampah rumah tangga masih menumpuk di bibir pantai dan sela batu pemecah ombak, sehingga mengganggu estetika kawasan wisata tersebut.

Kondisi ini membuat proses pembersihan tidak mudah dilakukan secara manual karena sebagian sampah terjepit di antara batu pemecah gelombang.

Isat (34), warga sekitar, mengatakan pemerintah Kota Padang telah melakukan pembersihan secara bertahap sejak banjir bandang melanda kawasan tersebut pada November 2025.

“Kalau dibanding awal-awal banjir dulu, ini sudah jauh berkurang. Petugas kebersihan Kota Padang rutin datang untuk mengangkut sampah-sampah ini dengan truk,” ujar Isat, Jumat (6/2/2026).

Meski demikian, volume sampah yang sangat besar membuat proses normalisasi kawasan pantai membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.

“Sampai sekarang memang belum habis total. Jumlahnya sangat besar, jadi sepertinya bakal butuh waktu yang cukup lama sampai pantai ini benar-benar bersih kembali seperti semula,” kata Isat.

Dampak dari kondisi tersebut turut dirasakan pelaku usaha dan warga sekitar yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata Pantai Muaro Lasak.

Menurut Isat, jumlah pengunjung menurun karena wisatawan memilih berpindah ke lokasi pantai lain yang dinilai lebih bersih.

“Semenjak sampah ini ada, pengunjung cukup sedikit yang ke sini. Mereka lebih memilih bergeser ke pantai dekat Tugu IORA atau ke kawasan Masjid Al-Hakim,” ujarnya.

Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang dapat mempercepat pembersihan agar kawasan wisata unggulan tersebut kembali normal.

Percepatan penanganan dinilai penting untuk memulihkan aktivitas pariwisata sekaligus menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di sekitar Pantai Muaro Lasak.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#Banjir bandang November 2025 #Wisata Kota Padang #pantai muaro lasak #sampah banjir Padang