Penandatanganan Adendum Berita Acara Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) berlangsung di Menza Barber & Coffee, Minggu (8/2/2026).
Perubahan fokus ini menyesuaikan dengan potensi ekonomi lokal dan identitas kultural Padang yang menjadikan kuliner sebagai poros utama.
Penandatanganan adendum ini menjadi tahapan penting agar Kota Padang dapat melaju ke seleksi UNESCO Creative City of Gastronomy.
Dukungan Lintas Sektor
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur hexahelix, yaitu akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media. Peserta berasal dari Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Andalas (Unand), Universitas Dharma Andalas (Unidha), Apindo, PHRI, IMA Chapter Padang, Padang Ekspres Digital (padek.jawapos.com), Infosumbar, hingga Asosiasi Pengusaha Rendang Kota Padang.
Asisten II Setda Kota Padang, Didi Ariadi, menegaskan pentingnya langkah ini untuk mewujudkan Padang sebagai Kota Gastronomi UNESCO tahun 2027.
“Sejak peluncuran Taste of Padang Experience pada 2025, seluruh elemen terus bergerak aktif memposisikan Padang sebagai Kota Gastronomi. Gastronomi sesuai dengan identitas budaya kuliner kota, dan langkah ini tepat karena dalam praktiknya tetap mendukung seni pertunjukan lokal,” ujar Didi.
Standar UNESCO Creative Cities Network
UNESCO Creative Cities Network menilai kota gastronomi berdasarkan beberapa kriteria, yakni tradisi kuliner yang kaya, komunitas gastronomi yang hidup, penggunaan bahan lokal, dan promosi praktik kuliner tradisional dalam pembangunan ekonomi budaya.
“Penilaian ini menekankan keberlanjutan ekonomi kreatif berbasis budaya, bukan sekadar kegiatan pariwisata,” kata Dr. Haris Satria, akademisi UNP dan anggota Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang.
Pihaknya bersama Dinas Pariwisata telah menyusun road map ekonomi kreatif yang terpadu, mencakup produksi, kualitas bahan baku, dan kelayakan sarana prasarana kuliner agar siap bersaing di seleksi nasional.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, menegaskan bahwa inti PMK3I adalah kolaborasi antaraktor ekonomi kreatif, bukan hanya pemerintah daerah.
Media memiliki peran vital dalam menyuarakan edukasi dan potensi gastronomi Padang ke tingkat internasional.
“Prosesi penandatanganan akan dilanjutkan secara hybrid di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang bersama Kementerian Ekonomi Kreatif. Ini bukti nyata bahwa ekosistem gastronomi di Padang solid dan siap ditampilkan ke UNESCO,” ujar Yudi.
Taste of Padang sebagai Branding Utama
Sejak peluncuran Taste of Padang Experience, pemerintah kota memperkuat branding gastronomi Padang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru.
Program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan komunitas kuliner lokal.
“Kami memprioritaskan kolaborasi lintas sektor, mulai akademisi, pelaku usaha, komunitas hingga media. Semua elemen bergerak bersama mendukung visi strategis Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang,” tambah Dr. Haris Satria.
Langkah Selanjutnya Menuju UNESCO 2027
Hasil penandatanganan berita acara PMK3I akan dibawa ke Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta sebagai bukti keseriusan Padang dalam mengamankan posisi sebagai kandidat kuat jaringan kota kreatif dunia di bidang gastronomi.
Langkah ini sejalan dengan visi Padang sebagai Smart City dan Kota Sehat, sekaligus memperkuat posisi gastronomi sebagai subsektor unggulan dalam pembangunan ekonomi kreatif berkelanjutan.(*)
Editor : Heri Sugiarto