PADEK.JAWAPOS.COM—Kondisi kawasan wisata Gunung Padang di Kota Padang menjadi sorotan publik setelah muncul keluhan terkait kebersihan di area pintu masuk.
Tumpukan sampah yang terlihat di lokasi tersebut dinilai merusak citra destinasi wisata.
Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang warga Kota Padang, Yurnaldi Paduka Raja, melalui akun Facebook miliknya pada Minggu (26/4/2026).
Ia mengungkapkan kekecewaannya setelah kembali mengunjungi kawasan tersebut usai hampir 10 tahun tidak datang.
Baca Juga: Wisuda ke-44 Paramadina: 520 Lulusan Siap Bersaing di Era AI dan Ekonomi Hijau
Dalam unggahannya, Yurnaldi menyoroti kondisi di sekitar gerbang masuk yang tampak kumuh, terutama di area penjualan tiket masuk yang dipatok Rp10 ribu per orang.
Ia menilai kondisi tersebut tidak mencerminkan kawasan wisata yang layak dikunjungi.
Selain itu, ia juga melihat banyak sampah plastik dan botol bekas yang menutupi saluran air.
Tidak hanya itu, area pantai kecil tempat bersandarnya sampan nelayan juga terlihat kotor dan seolah tidak pernah dibersihkan.
Gunung Padang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Padang yang menawarkan panorama laut dan pemandangan kota dari ketinggian.
Baca Juga: Ribuan KTP Hilang Tiap Bulan di Padang, April Tembus 1.621 Keping
Meski disebut “gunung”, kawasan ini sebenarnya merupakan perbukitan yang kerap menjadi tujuan wisata untuk menikmati keindahan alam serta aktivitas pendakian ringan.
Namun, kondisi kebersihan yang kurang terjaga dinilai dapat berdampak pada minat kunjungan wisatawan. Terlebih, area pintu masuk merupakan bagian pertama yang dilihat oleh pengunjung.
Melalui unggahannya, Yurnaldi juga berharap Pemerintah Kota Padang dapat segera turun tangan.
Baca Juga: Gol Extra Time Firas Al Buraikan Antar Al Ahli Juara AFC Champions League Elite 2026
Ia meminta Wali Kota Padang Fadly Amran menugaskan jajaran terkait untuk meninjau langsung kondisi di lapangan dan melakukan pembenahan.
Menurutnya, sebagai kawasan wisata, lingkungan sekitar pintu masuk seharusnya bersih dan tertata.
Keberadaan sampah rumah tangga di area tersebut dinilai tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga mencerminkan kurang optimalnya pengelolaan destinasi wisata di daerah tersebut.(*)
Editor : Hendra Efison