Akses ini merupakan jalur vital penghubung Kecamatan Koto Balingka dengan Lembah Melintang.
Perbaikan dilakukan melalui pembangunan bronjong di sisi jalan guna menahan tanah dan mencegah longsor susulan saat debit air meningkat.
Pengerjaan melibatkan personel TNI Angkatan Darat dari Batalyon TP 896/Serumpun Pseko Jambi dan Koramil 07/Air Bangis bersama masyarakat setempat.
Babinsa Koramil 07/Air Bangis, Serka Awaluddin, mengatakan keterlibatan TNI AD merupakan bentuk kepedulian terhadap infrastruktur publik yang terdampak bencana banjir.
“Jalan ini menjadi akses utama aktivitas ekonomi dan transportasi warga. Pembangunan bronjong diharapkan dapat menahan tanah agar jalan tidak kembali amblas,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, pembangunan bronjong dikerjakan oleh tenaga tukang berpengalaman sesuai standar teknis, dengan dukungan 25 prajurit TNI AD.
Personel tersebut sebelumnya terlibat dalam pembangunan jembatan bailey di wilayah Sikabau dan dilanjutkan membantu perbaikan jalan setelah jembatan selesai.
Sementara itu, Kepala Jorong Sikabau, Elfizal, menyebut bronjong sepanjang sekitar delapan meter tersebut dibangun melalui swadaya masyarakat.
Warga mengumpulkan dana dan material secara mandiri karena khawatir kerusakan jalan semakin parah.
“Kalau tidak segera ditangani, jalan ini bisa putus total. Kami berterima kasih kepada TNI yang turun langsung membantu,” kata Elfizal.
Pj. Wali Nagari Ranah Koto Tinggi, Marwin, juga menegaskan bahwa perbaikan tersebut sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat.
Baca Juga: Pasar Rakyat Padang Kaduduak Masih Sepi, Aktivitas Perdagangan Belum Tumbuh Optimal
Ia mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam menjaga akses vital nagari.
Dengan dibangunnya bronjong di tepi jalan, warga berharap struktur tanah menjadi lebih kuat dan ke depan mendapat perhatian pemerintah daerah untuk perbaikan permanen. (CR6)
Editor : Hendra Efison