Petugas Loket ALS Terminal Simpang Empat, Sutrisno (43), mengatakan penurunan jumlah penumpang mencapai sekitar 50 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
“Kalau dibandingkan Nataru tahun lalu, penumpang menurun hampir separuh. Biasanya akhir tahun kursi penuh, sekarang masih ada yang kosong saat berangkat,” kata Sutrisno, Rabu (31/12/2025).
Menurut Sutrisno, penurunan tersebut dipengaruhi bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, sehingga banyak calon penumpang menunda perjalanan jarak jauh.
“Banyak langganan dari Sumatera Utara yang bekerja di sini tidak pulang kampung karena beberapa daerah terdampak longsor, jadi mereka memilih tidak bepergian dulu,” ujarnya.
Meski jumlah penumpang menurun, harga tiket tujuan Medan justru mengalami kenaikan selama masa libur Nataru.
Sutrisno menjelaskan, tarif tiket Medan naik dari Rp250.000 menjadi Rp285.000 per orang dan berlaku hingga 10 Januari 2026.
Selain itu, kondisi bencana juga memaksa perubahan rute perjalanan bus ALS yang biasanya melalui jalur Talu–Rimbo Panti.
“Saat ini bus dialihkan lewat Malampah–Kumpulan. Jaraknya lebih jauh, biaya bertambah, dan waktu tempuh juga lebih lama,” jelasnya.
Salah seorang penumpang tujuan Medan, Fernando Alfredo (25), mengaku tetap melakukan perjalanan meski rute lebih panjang dan waktu tempuh bertambah.
“Saya tetap pulang karena keperluan keluarga. Saya juga sudah tahu rutenya berubah,” kata Fernando.
Ia menambahkan kondisi penumpang di dalam bus tidak seramai libur panjang pada tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya libur panjang susah dapat tiket, sekarang saya pesan dua hari sebelumnya masih dapat,” ujarnya. (CR6)
Editor : Hendra Efison