Penurunan harga terjadi pada semua ukuran kelapa dan masih berlanjut hingga kini.
Pantauan di pasar pada Senin (12/1/2026) menunjukkan kelapa ukuran besar turun dari Rp8.000 menjadi Rp7.000 per butir.
Kelapa ukuran menengah turun dari Rp6.000 menjadi Rp5.000 per butir, sedangkan ukuran kecil turun dari Rp3.000 menjadi Rp2.000 per butir.
Pedagang kelapa, Nur Hasidah (50), mengatakan pasokan kelapa saat ini lancar sehingga memengaruhi harga di lapangan.
“Pasokan kelapa saat ini lancar, biasanya saya mengambil dari Kinali dan Pariaman. Sejak awal tahun harga memang turun karena kelapa banyak masuk jadi harganya ikut turun,” ujarnya.
Ia menyebut daya beli masyarakat setelah libur akhir tahun juga belum sepenuhnya pulih sehingga permintaan masih rendah.
“Kini saat harga kelapa turun pembeli langsung ambil banyak untuk kebutuhan sepekan, karena menghemat pengeluaran juga daripada beli di warung-warung harganya pasti beda,” jelasnya.
Sementara itu, harga santan di Pasar Ujung Gading terpantau stabil di angka Rp16.000 per kilogram. Pedagang santan, Nabil, mengatakan harga belum berubah karena biaya produksi masih sama.
“Sampai sekarang harga santan masih Rp16.000 per kilogram. Kelapa memang turun, tapi biaya produksi tetap, jadi harganya belum berubah,” kata Nabil.
Nabil menambahkan biaya tenaga, peralatan, dan distribusi masih menjadi pertimbangan utama dalam menentukan harga santan sehingga belum ada penyesuaian meski harga kelapa menurun.(CR6)
Editor : Hendra Efison