Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lansia 61 Tahun Ditemukan Tewas Diterkam Buaya di Sungai Pasaman Barat

Randi Zulfahli • Rabu, 20 Mei 2026 | 11:04 WIB
Darwin (61) korban terkaman buaya di Sungai Batang Paparian, Kecamatan Parik Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat dibawa ke rumah duka, Rabu (20/5/2026). (Kantor SAR Kelas A Padang)
Darwin (61) korban terkaman buaya di Sungai Batang Paparian, Kecamatan Parik Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat dibawa ke rumah duka, Rabu (20/5/2026). (Kantor SAR Kelas A Padang)

PADEK.JAWAPOS.COM–Seorang pria lanjut usia berusia 61 tahun bernama Darwin ditemukan meninggal dunia setelah diterkam buaya di Sungai Batang Paparian, Kecamatan Parik Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. 

Korban yang berasal dari Air Jernih, Koto Balingka, ditemukan pada Rabu pagi (20/5/2026) sekitar 20 meter dari lokasi awal dilaporkan hilang atau Last Known Position (LKP).

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyampaikan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 08.00 WIB.

Baca Juga: Dilaporkan Warga, PUPR Padang Segel Bangunan di Air Tawar Barat karena Tak Kantongi Izin PBG

 "Korban ditemukan pada titik koordinat 0 derajat 9 menit 48,30 detik Utara dan 99 derajat 28 menit 48,50 detik Timur dengan kondisi meninggal dunia. Korban langsung dievakuasi ke rumah duka," ujar Hendri dalam laporan operasi SAR, Rabu (20/5/2026).

Tragedi bermula pada Selasa sore (19/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB ketika Darwin tengah mencari lokan bersama temannya di sungai tersebut. Saat sedang beraktivitas, tiba-tiba korban diserang dan diterkam buaya. Rekan korban yang menyaksikan kejadian segera melaporkan insiden tersebut kepada masyarakat dan Sekretaris Nagari setempat, Amar Cendana.

Masyarakat dan aparat setempat langsung melakukan pencarian sejak kejadian dilaporkan pada pukul 19.44 WIB. Namun hingga pukul 19.30 WIB malam harinya, korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan tim SAR gabungan.

Baca Juga: Wisuda Tahfiz SMPN 1 Payakumbuh, Wawako Ingatkan Bahaya Pengaruh Negatif Media Sosial

Operasi pencarian dan pertolongan secara resmi dilanjutkan pada Rabu pagi (20/5/2026) pukul 07.30 WIB dengan membagi area pencarian menjadi dua unit penyelamat atau Search and Rescue Unit (SRU). 

SRU pertama melakukan penyisiran dari lokasi kejadian pertama ke titik A dengan jarak sekitar satu kilometer. Sementara SRU kedua menyisir area seluas kurang lebih dua kilometer persegi di beberapa titik koordinat berbeda.

Operasi pencarian melibatkan 39 personel yang terdiri dari sembilan anggota Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman, lima personel BPBD Kabupaten Pasaman Barat, tiga anggota Pos AL Air Bangis, dua anggota Polri, dan 20 orang dari masyarakat setempat.

Baca Juga: Layanan Imigrasi Hadir di MPP Payakumbuh, Warga Kini Lebih Mudah Urus Paspor

Tim dilengkapi dengan berbagai peralatan termasuk kendaraan penyelamat double cabin, motor trail, ambulans, perahu karet LCR beserta motor penggerak, personel SAR udara, medis, komunikasi, drone thermal, dan peralatan lainnya.

Lokasi kejadian berada di perkiraan koordinat 0 derajat 8 menit 2,30 detik Utara dan 99 derajat 29 menit 40,30 detik Timur. 

Jarak tempuh dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman ke lokasi kejadian mencapai sekitar 76 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar tiga jam melalui jalur darat. Jarak garis lurus dari pos SAR ke lokasi kejadian sekitar 42 kilometer dengan radial 271,41 derajat arah barat.

Baca Juga: Polsek Sungai Rumbai Intensifkan Patroli Dialogis untuk Jaga Kamtibmas di Dharmasraya

Dalam operasi pencarian tersebut, tim menghadapi hambatan berupa ancaman binatang buas, yakni buaya yang diduga masih berada di area pencarian. Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca berawan dengan kecepatan angin mencapai lima knot.

Setelah korban berhasil dievakuasi, tim melakukan debriefing atau evaluasi operasi pada pukul 09.10 WIB. Seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR kembali ke satuan masing-masing dan operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup.

Pihak Kantor SAR Kelas A Padang menerima informasi kejadian dari Sekretaris Nagari Amar Cendana melalui telepon pada Selasa (19/5/2026) pukul 19.44 WIB.

Baca Juga: PSGM Matangkan Persiapan Hadapi Siguntur FC di Laga Perdana DCL 2026

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan tim SAR untuk operasi kondisi membahayakan manusia akibat serangan buaya di wilayah Pasaman Barat.

Jasad Darwin kini telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim SAR dan masyarakat yang telah membantu dalam pencarian dan evakuasi korban. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#pasaman barat #tewas #Diterkam Buaya #lansia