Lapas Kelas IIB Pasaman memanen hasil pertanian yang dikelola warga binaan sebagai bagian pembinaan kemandirian.
Hasil panen meliputi 20 ton singkong hibrida dan 20 kilogram minyak nilam.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat Kunrat Kasmiri mengikuti panen secara langsung di Lapas Terbuka Kelas IIB Pasaman.
“Ada di tempat-tempat lain juga ada, tetapi tidak maksimal seperti di sini, karena teman-teman yang ada di UKT di Sumatera Barat memang sangat minimalis, sehingga kami maksimalkan di lapas terbuka,” ujar Kunrat Kasmiri.
Ia menjelaskan panen singkong hibrida dilakukan di lahan seluas 1 hektare dengan estimasi hasil 20 ton.
Panen sebelumnya di lahan 6 hektare menghasilkan 120 ton, sehingga total panen menjadi sekitar 140 ton singkong hibrida.
“Juga ada komoditas lain yang kami panen bersamaan yaitu pohon nilam. Kami menanam 16 ribu pohon, tetapi yang tumbuh 5 ribu pohon. Dari 100 pohon menghasilkan 1 kilogram minyak,” katanya.
Pada panen ini, sebanyak 2 ribu pohon nilam dipanen dengan produksi sekitar 20 kilogram minyak.
Hasil panen akan dipasarkan melalui kerja sama pihak ketiga yang menampung produksi singkong dan minyak nilam di Sumatera Barat.
“Hasil ini sesuai arahan Pak Menteri dan Pak Dirjen, bahwa hasil panen hari ini akan kami sumbangkan kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera dan Aceh,” ujar Kunrat Kasmiri.(cr6)
Editor : Hendra Efison