”Saya minta integritas dijaga tanpa kompromi. Jangan ada ruang bagi penyimpangan. Jabatan ini adalah kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada masyarakat dan Tuhan,” ujarnya saat melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 120 pejabat di lingkungan Pemkab Pasaman, Senin (2/3).
Selain integritas, Welly juga mengingatkan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektoral. Ia menegaskan, ego sektoral antar-OPD harus dihilangkan demi terciptanya sinergi dalam menjalankan program pembangunan.
Seluruh kebijakan di masing-masing instansi, lanjutnya, harus selaras dan tegak lurus dengan 10 Program Unggulan Kabupaten Pasaman sebagai arah pembangunan daerah.
Di hadapan para pejabat, Bupati Welly secara terbuka memaparkan kondisi fiskal daerah yang saat ini berada dalam keterbatasan. Tekanan anggaran, menurutnya, menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik.
”Kondisi fiskal kita memang terbatas. Tetapi itu bukan alasan untuk bekerja ala kadarnya. Justru di tengah keterbatasan inilah dibutuhkan kreativitas dan inovasi,” katanya.
Ia mendorong para pejabat untuk lebih proaktif dan berani melakukan terobosan pembangunan, termasuk dengan strategi ”jemput bola” ke pemerintah pusat guna memperoleh dukungan program dan pendanaan.
”Saudara-saudara harus mampu membaca peluang, membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, dan menghadirkan program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tambahnya.
Bupati juga menegaskan bahwa jabatan yang diemban para pejabat akan dievaluasi secara berkala. Penilaian kinerja, menurutnya, akan dilakukan secara objektif dan terukur.
”Setiap jabatan akan kita evaluasi. Siapa yang bekerja dengan baik akan kita pertahankan. Yang tidak menunjukkan kinerja sesuai harapan tentu akan kita tinjau kembali,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya loyalitas terhadap visi pembangunan daerah ”Pasaman Bangkit”. Loyalitas yang dimaksud, kata dia, bukan sekadar kesetiaan personal, melainkan komitmen terhadap visi, misi, dan program pembangunan yang telah ditetapkan. (*)
Editor : Eri Mardinal