Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ruas Jalan Payakumbuh-Lintau Tak Layak

Novitri Selvia • Kamis, 7 Desember 2023 | 13:06 WIB
Kondisi jalan rusak.(ARFIDEL ILHAM/PADEK)
Kondisi jalan rusak.(ARFIDEL ILHAM/PADEK)
Ruas jalan raya Payakumbuh-Lintau banyak lubang dan bergelombang. Mulai dari Nagari Sungai Kamuyang hingga Nagari Halaban, kerusakan jalan sudah sangat parah. Hanya di sejumlah titik saja yang kondisinya layak ditempuh kendaraan.

Genangan air terlihat menjadi pemandangan biasa di sepanjang jalan raya Payakumbuh-Lintau, lubang dan kondisi jalan keriting tak bisa lagi dihitung dengan jari, sementara kendaraan bermuatan berat hampir tak putus-putusnya melintasi jalan ini, begitu juga dengan kendaraan roda dua dan roda empat milik warga.

Warga sangat berharap jalan yang ramai dilewati kendaraan-kendaraan angkutan barang tersebut dibangun dengan kualitas terbaik sesuai dengan kebutuhan jalan bagi kendaraan-kendaraan bermuatan berat.

Sehingga jalan tidak mudah rusak dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Jalan yang terlihat cukup bagus hanya terdapat di kawasan Pakanrabaa, sebab baru saja diperbaiki beberapa tahun lalu dengan menggunakan jalan rigid beton. Sepertinya jalan ini, cukup kokoh untuk lalu lintas kendaraan angkutan barang yang berat.

“Ya, jalan rusak parah di ruas Payakumbuh-Lintau ini, kita berharap perhatian pemerintah provinsi untuk bisa melakukan perbaikan dan membangun jalan yang lebih baik kualitasnya untuk jalur yang setiap hari dilalui kendaraan-kendaraan bermuatan berat ini,” ungkap salah seorang tokoh muda Kecamatan Lareh Sago Halaban, Yopi Tersa, Rabu (6/12).

Sudah kerap muncul di pemberitaan media massa, namun seperti belum menjadi perhatian serius pemerintah. Wajar saja jika beberapa waktu lalu, aksi protes diekspresikan masyarakat dengan berbagai cara.

Sebab selain penghubung antar kabupaten, jalan raya Payakumbuh-Lintau menjadi akses utama masyarakat di banyak nagari yang ada di Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sebelumnya, Kepala Jorong Tanjuangkaliang, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luak, Arsil menilai, kelas jalan sepertinya tidak sesuai dengan bobot kendaraan yang melewatinya. Sebab umumnya kendaraan bermuatan batu dan bertonase tinggi yang banyak melewati jalan provinsi tersebut.

“Sehingga jika dilakukan perbaikan, ketahannya tidak begitu lama. Sebentar setelah diperbaiki, jalan akan kembali rusak. Sepertinya perlu peningkatan kualitas jalan, atau membatasi muatan kendaraan yang boleh melewati jalan ini,” kata Arsil berharap.

Hal yang sama juga diungkapkan Wempi, salah seorang warga lainnya. Menurutnya, jalan raya Payakumbuh-Lintau yang melintasi kawasan mulai dari Kecamatan Luak hingga Kecamatan Lareh Sago Halaban, hanya sedikit sekali yang kondisinya masih bagus dan layak ditempuh kendaraan.

“Jika saat musim hujan, becek dengan genangan air di setiap lubang jalan yang menganga. Sementara, jika musim kemarau, debu jalanan berterbangan menutupi pandangan memedihkan mata,” ucapnya.

Kondisi ini diharapkan warga agar segera menjadi perhatian pemerintah, wakil rakyat dituntut untuk bisa menyuarakan kebutuhan pembangunan jalan tersebut agar layak dan mulus seperti yang diharapkan.

“Kepada Bapak Bupati Limapuluh Kota dan Bapak-bapak anggota DPRD agar membawa dan memperjuangkan aspirasi masyarakat ini dengan bijak,” harap Wempi lagi.(fdl) Editor : Novitri Selvia
#Yopi Tersa #Nagari Sungai Kamuyang #jalan raya Payakumbuh-Lintau #Nagari Halaban #jalan rusak