PADEK.JAWAPOS.COM-Curah hujan yang cukup tinggi Senin (18/2) sore hingga malam menyebabkan enam titik lokasi di Kota Payakumbuh terdampak banjir.
Tak hanya itu, akses utama jalan Nasional Payakumbuh-Lintau juga lumpuh selama lebih dari delapan jam akibat genangan air yang cukup tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Erizon, menyebutkan bahwa penyebab banjir ini diduga berasal dari kiriman air dari Gunung Sago yang berbatasan langsung dengan Kota Payakumbuh.
“Enam titik yang terdampak banjir antara lain Padang Alai, Balai Jariang, Tanah Sirah Bodi, Sicincin, dan Bukik Sitabuah,” jelas Erizon.
Di Padang Alai, sebanyak 17 rumah terendam banjir, serta sawah dan kolam ikan milik warga juga terdampak. Sementara itu, di Balai Jariang terdapat 11 rumah yang terendam banjir, termasuk sawah dan kolam ikan. Di Tanah Sirah Bodi, banjir hanya menggenangi area persawahan.
“Di Bukik Sitabuah, selain jalan yang tidak bisa dilalui, sawah warga yang terletak di sisi jalan juga terdampak banjir. Bahkan, warung-warung yang ada di pinggir jalan ikut terimbas,” tambah Erizon.
Di Kelurahan Sicincin, banjir juga merendam gardu PLN, sementara akses jalan utama menuju Lintau ditutup total dari pukul 19.30 hingga sekitar pukul 02.00 , mengakibatkan kendaraan terjebak.
Masyarakat di sekitar kawasan yang terdampak berinisiatif untuk memasang pembatas jalan guna mencegah kendaraan terjebak banjir atau terbawa arus.
Dodi , 53, seorang warga Payakumbuh Timur, mengatakan bahwa hujan yang turun di daerah tersebut tidak begitu lebat.
“Namun, diperkirakan hujan deras terjadi di Nagari Sikabu-kabu Tanjung Haro, Padangpanjang, yang menyebabkan meluapnya air dan banjir di wilayah ini,” ujarnya.
Dodi juga menambahkan bahwa warga setempat memasang tanda atau penghalang di tengah jalan sebagai upaya pencegahan agar tidak ada korban.
“Warga memasang tanda untuk mencegah kendaraan lewat, karena air dari Batang Talang dan Sikali meluap hingga ke jalan,” jelasnya.
Meskipun rumah-rumah yang terdampak banjir pada malam itu terganggu, Erizon mengungkapkan bahwa biasanya air akan surut pada pagi hari. Namun, dampak banjir kali ini cukup besar, mengganggu aktivitas warga dan merusak infrastruktur.
Hingga kini, warga dan petugas BPBD terus berupaya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.(rid)
Editor : Novitri Selvia