Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jelang Idul Adha, Harga Sapi Mulai Naik Peternak Persiapkan Stok Sapi

Syamsu Ridwan • Selasa, 22 April 2025 | 20:30 WIB

JAGA STOK: Seorang peternak sapi di Kelurahan Nan Kodok, Kecamatan Payakumbuh Utara, sedang memberi makan ternak sapinya. Sapi-sapinya itu dipersiapak untuk menghadapi Idul Adha.(SY RIDWAN/PADEK)
JAGA STOK: Seorang peternak sapi di Kelurahan Nan Kodok, Kecamatan Payakumbuh Utara, sedang memberi makan ternak sapinya. Sapi-sapinya itu dipersiapak untuk menghadapi Idul Adha.(SY RIDWAN/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 H yang diperkirakan jatuh 6 Juni pada tahun 2025 mendatang, para peternak di Kota Payakumbuh dan sekitarnya telah mulai menyiapkan stok sapi untuk kebutuhan kurban.

Persiapan ini bahkan telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, mengingat tingginya permintaan yang mencapai ribuan ekor dan belum memadainya pasokan dari peternak lokal.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sapi-sapi didatangkan tidak hanya dari berbagai daerah di Sumatera Barat, tetapi juga dari sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Salah seorang peternak sapi di Kelurahan Nan Kodok, Kecamatan Payakumbuh Utara, Toto Setiawan, mengaku sudah memulai pengadaan stok sejak sekitar tiga bulan lalu. “Iya, kita sudah mulai membeli sapi (stok) untuk kebutuhan Lebaran Idul Adha,” ujarnya pada Senin (21/4).

Toto menjelaskan, sapi-sapi stoknya saat ini didatangkan dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, seperti Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Siantar, dan Tebing Tinggi. 

Ia menambahkan, daerah-daerah tersebut memang dikenal sebagai sentra penghasil sapi potong yang potensial. “Kita tidak mempunyai jenis ini, artinya kebbutuhan Payalumbuh sekitar 2 ekor lebih kurang pertahun, dengan masjid sekitar 100 masjid dan 300 dekat masjid di Kabupaten,” ungkapnya. 

Ketergantungan pada pasokan sapi dari luar daerah ini tak lepas dari belum memadainya produksi peternak lokal untuk memenuhi permintaan kurban di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. 
Toto Setiawan menyebut, kebutuhan sapi kurban di dua wilayah ini mencapai sekitar 6500 ekor per tahun.

“Di Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota kebutuhan sapi sekitar 6500 ekor per tahun, sementara yang bisa dipenuhi oleh peternak lokal hanya 1 ribu ekor, sehingga harus didatangkan dari luar sekitar 5 ribu ekor lagi,” jelas Toto.

Ia mengatakan diprediksi ke depannya, peternak akan terus menambah stok sapi, seiring dengan tren peningkatan minat masyarakat dalam membeli sapi untuk kebutuhan kurban.

“Peningkatan permintaan menjelang hari raya kurban ini mulai berdampak pada harga jual sapi. Meski Lebaran Idul Adha masih beberapa bulan ke depan, sejumlah masyarakat maupun sudah mulai melakukan pemesanan langsung ke kandang-kandang peternak,” ungkapnya.

Toto Setiawan menyebutkan adanya peningkatan pemesanan ini. “Alhamdulillah sudah ada 10 dari 80 ekor sapi kita yang dilihat dan dipesan langsung ke kandang ini untuk kebutuhan kurban,” ungkapnya.

Baca Juga: Mahasiswa Dokter Spesialis Wajib Skrining 6 Bulan Sekali

Akibat meningkatnya permintaan, harga sapi kurban pun mulai merangkak naik. Toto menyebut, saat ini satu ekor sapi usia 3 tahun bisa dijual dengan harga berkisar antara Rp 14 juta hingga Rp 18 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya yang hanya mencapai Rp 11 juta hingga Rp 12 juta per ekor. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Harga Sapi Mulai Naik #kurban #Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah