PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota Payakumbuh tampaknya tak ingin lagi bekerja setengah hati. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) besar yang digelar Senin (14/6), Wali Kota Zulmaeta secara tegas menyoroti masalah kedisiplinan, rendahnya penyelesaian program, hingga belum maksimalnya respons terhadap persoalan publik seperti sampah dan pelayanan kesehatan.
Rakor yang berlangsung di Aula Ngalau Indah Lantai 3 Kantor Wali Kota itu dihadiri lengkap oleh jajaran pimpinan daerah, Wakil Wali Kota Elzadaswarman, Sekretaris Kota Rida Ananda, para Asisten, Staf Ahli, seluruh Kepala OPD, Direktur RSUD Adnaan WD, Direktur PDAM Tirta Sago, para lurah, camat, hingga kepala puskesmas.
Dalam arahannya, Wali Kota Zulmaeta tidak berbasa-basi. Ia menekankan bahwa rapat koordinasi ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan “ruang bersih-bersih” untuk mengurai berbagai permasalahan internal yang selama ini terkesan dibiarkan.
“Kita harus tuntas dalam bekerja. Evaluasi bukan formalitas. Semua kegiatan OPD harus terlihat hasilnya di lapangan dan dilaporkan secara objektif,” tegas Zulmaeta.
Ia menyoroti rendahnya kedisiplinan di beberapa perangkat daerah, termasuk absensi pejabat dan lambannya tindak lanjut program.
“Keberhasilan program pemerintah bergantung pada kekompakan dan komitmen. Jangan saling lempar tanggung jawab. Kalau OPD tidak disiplin, dampaknya langsung ke masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Elzadaswarman mengangkat isu lingkungan yang menjadi perhatian serius, terutama menjelang musim hujan. Ia mengingatkan seluruh OPD untuk bergerak cepat menanggulangi masalah klasik seperti pengelolaan sampah dan antisipasi banjir.
“Jangan tunggu masalah muncul dulu baru bertindak. Kita harus mampu deteksi dini. Sampah di musim hujan bisa berujung bencana,” ujarnya.
Elzadaswarman juga menegaskan pentingnya loyalitas, keteladanan, dan kehadiran aktif pejabat di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh aparatur menunjukkan profesionalisme dan empati dalam pelayanan publik.
Rakor ini menjadi momentum untuk menyamakan visi antarperangkat daerah dan mengintegrasikan program-program lintas sektor agar lebih sinkron dan berdampak nyata.
Tak hanya mengevaluasi, forum ini juga mendorong agar semua OPD menindaklanjuti hasil monitoring lapangan dengan langkah konkret. Termasuk persoalan keterlambatan pekerjaan, buruknya pelaporan capaian, hingga lemahnya inovasi layanan.
“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan dan program yang dibuat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” kata Wali Kota Zulmaeta.
Pemerintah Kota Payakumbuh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan melalui kedisiplinan, sinergi, dan pelaporan berbasis hasil. Rakor ini juga menjadi sinyal bahwa reformasi birokrasi masih menjadi agenda prioritas, terutama menjelang akhir masa jabatan kepala daerah.
“Kita tidak bisa lagi bekerja seperti biasa. Masyarakat butuh jawaban, bukan janji. Semua pegawai wajib menjaga integritas, bekerja cepat, dan profesional,” tutup Wakil Wali Kota Elzadaswarman. (rid)
Editor : Novitri Selvia