Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gonjong Balai Kota Diterjang Puting Beliung, Plafon Diskominfo Ambruk

Syamsu Ridwan • Jumat, 17 Oktober 2025 | 11:30 WIB

RUSAK: Kondisi Atap Gonjong Balai Kota Payakumbuh usai dilanda angin kencang pada Rabu (15/10) sore.a
RUSAK: Kondisi Atap Gonjong Balai Kota Payakumbuh usai dilanda angin kencang pada Rabu (15/10) sore.a

PADEK.JAWAPOS.COM-Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Payakumbuh Rabu (15/10) sekitar pukul 18.00 menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah titik.

Salah satu lokasi terdampak paling parah adalah kompleks Balai Kota Payakumbuh. Atap gonjong utama terangkat dan plafon ruang Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) ambruk akibat terjangan angin.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kejadian berlangsung di luar jam kerja.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang meninjau langsung lokasi kejadian pada Rabu malam, menyampaikan bahwa angin datang secara tiba-tiba dengan kekuatan yang besar.

Ia menduga, bentuk atap gonjong yang khas dan menjulang tinggi menjadi titik fokus pusaran angin.

“Mungkin karena bentuk gonjongnya yang tinggi, pusaran angin berputar kuat di situ sehingga bagian atasnya terangkat,” ujar Zulmaeta.

Selain kerusakan pada atap gonjong yang merupakan ikon arsitektur Minangkabau tersebut, dampak paling parah terjadi di ruangan Diskominfo.

Berdasarkan pantauan di lokasi, seluruh plafon di koridor dan ruang kerja dinas tersebut runtuh, menyisakan rangka baja ringan yang terbuka serta material plafon yang berserakan di lantai.

Zulmaeta menyampaikan rasa syukurnya karena insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Alhamdulillah kejadiannya sekitar pukul enam sore, jadi pegawai sudah pulang. Kalau terjadi saat jam kerja, tentu risikonya lebih besar,” ujarnya.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kota Payakumbuh langsung mengosongkan dan mengamankan area terdampak.

Tim gabungan dari BPBD, Satpol PP dan Damkar, serta bagian umum dan humas, diturunkan untuk mengevakuasi perangkat elektronik dan arsip penting dari ruang Diskominfo, guna mencegah kerusakan lebih lanjut akibat rembesan air hujan.

“Yang terpenting kita selamatkan dulu barang-barang elektronik karena sangat rentan rusak jika terkena air. Hari ini baru kita lanjutkan dengan langkah perbaikan sementara,” tegas Zulmaeta.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Erizon, menyebutkan bahwa kejadian tersebut dikategorikan sebagai bencana alam angin puting beliung.

“Angin puting beliung ini mengangkat salah satu gonjong di Kantor Wali Kota dan melemparkannya ke depan bangunan. Bagian atap rusak cukup parah, termasuk ruang sekretariat, humas, dan selasar dengan area terbuka sekitar 20 meter persegi,” jelasnya.

Selain kompleks Balai Kota, angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah lain, seperti Koto Panjang Dalam, Parik Muko Aie, Kelurahan Ibuah, dan Payobasung.

Di beberapa titik, pohon tumbang menimpa rumah warga dan menghambat akses jalan. BPBD bersama tim gabungan masih terus melakukan penanganan dan pendataan terhadap dampak bencana tersebut.

“Kami sudah turunkan personel untuk menanggulangi titik-titik terdampak, sekaligus mengantisipasi potensi cuaca ekstrem berikutnya,” ujar Erizon.

Zulmaeta menegaskan bahwa meskipun terjadi kerusakan cukup berat, aktivitas pelayanan publik dan pemerintahan tetap berjalan normal.

“Kami pastikan tidak ada gangguan terhadap pelayanan masyarakat. Penanganan dilakukan secepatnya agar aktivitas di Balai Kota bisa kembali normal,” tutupnya. (rid)

Editor : Novitri Selvia
#Gonjong Balai Kota Payakumbuh #puting beliung #Zulmaeta #BPBD Kota Payakumbuh