Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Payakumbuh Poetry Festival 2025 Dibuka Malam Ini, Hadirkan Kolaborasi Penyair Pakistan dan Penggalangan Dana Bencana

Hendra Efison • Kamis, 27 November 2025 | 12:14 WIB

PPF 2025 resmi dibuka di Payakumbuh. Festival hadirkan kolaborasi penyair Pakistan, diskusi sastra, dan penggalangan dana korban bencana.
PPF 2025 resmi dibuka di Payakumbuh. Festival hadirkan kolaborasi penyair Pakistan, diskusi sastra, dan penggalangan dana korban bencana.
PADEK.JAWAPOS.COM—Payakumbuh Poetry Festival (PPF) 2025 resmi digelar mulai Kamis, 27 November hingga Sabtu, 29 November 2025 di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat.

Festival sastra tahunan ini diawali dengan malam pembukaan di Agam Jua Art & Culture Cafe.

Pada pembukaan, musisi Afdhal Zikri tampil berkolaborasi dengan penyair asal Pakistan, Namal Siddiqui.

Pertunjukan juga menampilkan maestro dendang Erniwati dengan sajian Bakalintin, serta Irmansyah melalui Rohmantik Performance.

Malam pembukaan turut menghadirkan Puisi Visual (Visual Poetry) dan Puisi Bunyi (Sound Poetry) yang dibawakan para seniman peserta Workshop Visual Poetry dan Workshop Sound Poetry.

Kurator PPF 2025, S Metron Masdison, menyebut karya yang ditampilkan tahun ini merupakan hasil seleksi dari karya peserta workshop, sehingga menghadirkan pendekatan baru dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal senada disampaikan Roby Satria, Direktur PPF 2025, yang menyatakan pendekatan workshop pra-festival menjadi pembeda utama dibanding PPF 2022 dan 2023.

Sejak 2022, PPF konsisten mengembangkan alih wahana puisi ke medium bunyi dan visual. Pada edisi 2025, eksplorasi dilakukan melalui workshop selama tiga hari bersama mentor Donny Eros dan Aldo Ahmad (Sipaningkah).

Selain karya workshop, festival juga menampilkan karya pemenang Sayembara Puisi Visual PPF 2022 dan 2023.

Sejumlah penyair dan pelaku seni turut berpartisipasi, di antaranya Ikhwanul Arif, Adri Sandra, pembaca puisi remaja Ada Vidia dan Suluh Namaku, serta penampilan pertunjukan dari D Montis.

Pada hari kedua dan ketiga, festival menggelar diskusi dengan pembicara Gus TF, Inggit Putria Marga, Namal Siddiqui, Raudal Tanjung Banua, serta akademisi Yona Prima, Donny Eros, dan Sudarmoko.

Agenda diskusi membahas tema “Antardunia dalam Puisi”, dua buku puisi pilihan PPF 2025, serta karya pemenang Sayembara Manuskrip Puisi PPF 2025.

Program PPF Masuk Sekolah kembali dilaksanakan. Para pemenang sayembara manuskrip puisi mengunjungi lima sekolah menengah di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota untuk mendekatkan pelajar dengan dunia puisi.

Seiring kondisi cuaca ekstrem di Sumatera Barat akibat dampak Siklon Tropis Senyar, panitia PPF 2025 menggelar penggalangan dana selama tiga hari untuk korban banjir dan longsor.

Dana akan disalurkan bagi warga terdampak di Payakumbuh dan wilayah sekitarnya.

PPF 2025 merupakan penyelenggaraan ke-6 dan mengusung tema “Antardunia dalam Puisi”, yang menempatkan puisi sebagai medium lintas disiplin seni, termasuk suara, visual, dan pertunjukan.(*)

 

Editor : Hendra Efison
#PPF 2025 Payakumbuh #Payakumbuh Poetry Festival 2025 #galang dana banjir Sumbar