Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Normalisasi Batang Agam Dongkrak Ekonomi Warga: Pedagang Tebu Raup Omzet Rp300 Ribu per Hari

Irfan R Rusli • Minggu, 18 Januari 2026 | 19:43 WIB

Normalisasi Batang Agam di Payakumbuh berdampak pada ekonomi warga. Pedagang tebu Anton meraup omzet Rp300 ribu per hari dari ramainya pengunjung kawasan. (Foto: Irfan/Padeks)
Normalisasi Batang Agam di Payakumbuh berdampak pada ekonomi warga. Pedagang tebu Anton meraup omzet Rp300 ribu per hari dari ramainya pengunjung kawasan. (Foto: Irfan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Normalisasi aliran Sungai Batang Agam di Kota Payakumbuh berdampak pada meningkatnya aktivitas ekonomi warga, termasuk pedagang tebu yang mampu meraup omzet hingga Rp300 ribu per hari.

Kawasan yang kini menjadi taman kota, sport center, dan sentra UMKM tersebut ramai dikunjungi warga setiap sore.

Anton (40), pedagang tebu yang berjualan di kawasan Taman Batang Agam, mengatakan mulai membuka usaha sejak kawasan itu diresmikan Wali Kota Payakumbuh saat itu, Riza Falepi.

Sebelumnya, ia bekerja serabutan dengan pendapatan tidak menentu. “Dulu saya kerja apa saja. Tapi sejak Batang Agam dibuka dan mulai ramai, saya melihat ada peluang,” ujar Anton, Minggu (18/1/2026).

Ia mulai berjualan setiap pukul 12.00 WIB hingga dagangannya habis menjelang Magrib.

Anton menjual potongan tebu dalam kemasan plastik seharga Rp3.000 per bungkus. “Alhamdulillah, dalam sehari bisa habis sekitar 100 bungkus,” katanya.

Menurut Anton, ramainya pengunjung pada sore hari menjadi pendorong utama penjualan.

Warga yang selesai jogging atau bersepeda banyak membeli tebu sebagai minuman segar.

Hal itu dibenarkan Dini (25), warga Payakumbuh yang rutin berolahraga di Batang Agam. “Setiap selesai jogging saya beli tebu. Murah dan segar,” ujarnya.

Pengunjung lain, Wawa (20), menilai keberadaan pedagang justru membuat kawasan Batang Agam semakin hidup.
“Sekarang bukan hanya tempat olahraga, tapi juga ada UMKM. Kita jadi betah,” katanya.

Anton berharap kawasan Batang Agam tetap dijaga kebersihan dan keamanannya agar pengunjung terus berdatangan.

“Kalau tempatnya bagus dan nyaman, orang pasti datang. Kami pedagang kecil ikut merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Kawasan Batang Agam yang telah dinormalisasi menjadi ruang publik baru yang tidak hanya memperbaiki tata kota, tetapi juga menggerakkan perekonomian warga.(CR7)

Editor : Hendra Efison
#normalisasi sungai #Batang Agam #UMKM Payakumbuh #pedagang tebu