PAYAKUMBUH TIMUR, PADEK.JAWAPOS.COM – Ratusan warga memadati halaman Kantor Camat Payakumbuh Timur, Rabu (20/5/2026), untuk membeli kebutuhan pokok murah dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Payakumbuh menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Program tersebut digelar sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Sejak pagi, masyarakat terlihat antre membeli berbagai bahan pokok seperti beras, cabai merah, bawang merah, gula pasir, telur ayam, hingga minyak goreng yang dijual di bawah harga pasar.
Baca Juga: Harkitnas 2026 di Payakumbuh, Wawako Soroti Kedaulatan Digital dan Lantik 77 ASN
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mengatakan pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Iduladha.
“Kita telah menyiapkan sejumlah komoditas pangan strategis dengan harga terjangkau guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Iduladha,” ujar Elzadaswarman.
Ia menegaskan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Baca Juga: Daihatsu Gelar Kumpul Sahabat Serentak 23 Mei 2026, Siapkan Hadiah Ayla Modifikasi Spesial
Beras Anak Daro hingga Cabai Dijual di Bawah Harga Pasar
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Edvidel Arda, mengatakan pemerintah menyediakan berbagai komoditas strategis dengan stok cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Beras lokal Anak Daro disiapkan sebanyak 3,5 ton dalam kemasan 10 kilogram dengan harga Rp140 ribu per kemasan. Selain itu, tersedia pula beras SPHP sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp63 ribu.
Untuk komoditas hortikultura, pemerintah menyediakan 300 kilogram cabai merah dengan harga Rp30 ribu per kilogram serta 297 kilogram bawang merah seharga Rp25 ribu per kilogram.
Baca Juga: Daihatsu Kuasai Pasar Mobil Terjangkau 2026, Gran Max hingga Sigra Jadi Andalan Konsumen
“Selain itu, gula pasir disediakan sebanyak 300 kilogram dengan harga Rp15 ribu per kilogram. Kemudian telur ayam sebanyak 300 lapiak dijual Rp40 ribu per lapiak, serta minyak goreng 300 liter kemasan dua liter dijual Rp30 ribu,” jelas Edvidel.
Harga tersebut dinilai jauh lebih murah dibanding harga pasar yang mulai mengalami kenaikan menjelang Iduladha akibat meningkatnya permintaan masyarakat.
Pemko Antisipasi Inflasi dan Dampak Cuaca
Selain menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Payakumbuh juga mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat anomali iklim yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pertanian dan distribusi pangan.
Baca Juga: Wijdan Adam Mondale Siswa SMPN 1 Padang Raih Juara I Kompetisi Roket Air Regional Sumbar 2026
Elzadaswarman mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasaran agar kondisi tetap stabil dan tidak memicu lonjakan inflasi daerah.
“Kita mengajak distributor, Bulog, pelaku usaha pangan, kelompok tani, hingga masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas pasokan dan tidak melakukan panic buying,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat mulai menerapkan pengelolaan pangan rumah tangga secara bijak dengan mengurangi pemborosan dan memanfaatkan pangan lokal sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga.
Baca Juga: 65 Siswa ICBS Payakumbuh Lolos ke Universitas Al-Azhar Mesir, Terbanyak di Sumbar
Gerakan Pangan Murah ini diperuntukkan khusus bagi warga Kota Payakumbuh dengan syarat menunjukkan fotokopi KTP saat melakukan pembelian.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Iduladha tanpa terbebani lonjakan harga sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah tetap kondusif.(*)
Editor : Hendra Efison