Untuk mempercepat proses, pemerintah juga menyiapkan 5 unit alat berat tambahan yang saat ini masih dalam proses pengiriman ke lokasi.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan pengerahan alat berat menjadi langkah utama karena volume sedimen yang tebal dan tersebar di banyak lokasi. Jenis alat yang diturunkan mulai dari ekskavator, loader, hingga dump truck.
“Hari ini 23 alat berat bekerja di 21 titik. Sedimen menumpuk cukup tebal sehingga pembersihan harus dipercepat menggunakan alat berat,” ujar Tri.
Pembersihan dilakukan secara bergiliran di sejumlah lokasi seperti Perumahan Graha 3 Sungai Lareh, Gurun Laweh, Lumin Park, Batu Gadang – Balai Gadang, Guo, Kampung Apa KPIK Lubuk Buaya, Pasar Baru menuju Unand.
Kemudian Batu Busuk, SMAN 12 Padang, Surau Gadang, Intake PDAM Kampung Koto Gunung Pangilun, Intake Palukahan Gadang, Kampung Lapai Nanggalo, Batang Aia Dingin, Air Dingin, Koto Tangah, Batang Kabung Ganting, Kecamatan Koto Tangah, Kampung Apa KPIK, Lubuk Buaya.
Lalu Komplek indah permata (KIP) Surau Gadang, Kurao Pagang, Batu Gadang, Balai Gadang, Pasar Baru jalan ke Unand, Cek Dam Limau Manis.
Selain 23 unit yang telah bekerja, Tri menyebutkan akan ada 5 alat berat tambahan yang sedang dalam proses pengiriman untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Dengan penambahan 5 unit nanti, cakupan pembersihan bisa lebih luas dan waktu penyelesaian jauh lebih cepat,” tambahnya.
Dinas PUPR juga mengerahkan 100 tenaga manual untuk menangani bagian-bagian yang tidak bisa dijangkau alat berat, terutama di gang sempit dan area rumah warga.
Tri menegaskan bahwa percepatan pembersihan ini bertujuan mengembalikan akses publik dan memulihkan aktivitas masyarakat secepat mungkin. (*)
Editor : Eri Mardinal