Perbaikan tersebut dimulai setelah dilakukan penandatanganan kontrak kerja antara penyedia jasa PT Sarana Mitra Saudara, Direktur Anas Asahatan didampingi GS Darmawel, dengan PPK I.2 Rio Andika yang turut didampingi TU Herry dan Korlap Jufrizal.
Kepala BPJN Sumbar Friyandi Putra dan Kasatker PJN 1 Andy Mulya Rusli membenarkan pelaksanaan kontrak tersebut.
“Untuk jalan provinsi baru satu segmen yang teken kontrak, sedangkan di Pesisir Selatan itu jalan kabupaten,” ujar Andy, Kamis (10/10/2025).
Sementara itu, Plt Kadis BMCKTR Sumbar Dedy Rinaldi menjelaskan kondisi jalan provinsi saat ini memang belum sepenuhnya mantap dan membutuhkan peningkatan.
Berdasarkan data tahun 2024, dari total panjang jalan provinsi 1.690,50 km, kondisi mantapnya baru 70,55 persen, sedangkan 29,45 persen sisanya belum mantap.
Dedy menyebut, jika hanya mengandalkan anggaran APBD, peningkatan jalan akan memakan waktu lama.
“Syukurlah sudah ada dukungan dari Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk ruas batas Kota Payakumbuh–Sitangkai 2 dengan nilai APBN yang sama, Rp19 miliar lebih,” ujarnya.
Jalan sepanjang tiga kilometer itu ditargetkan mulus pada tahun 2026. Selain ruas tersebut, beberapa jalan lain juga masuk perencanaan peningkatan, seperti Batusangkar–Guguak Cino, Guguak Cino–Sitangkai, dan Lubuk Sikaping–Talu.
“Kami berharap tahun 2025 permintaan masyarakat Sumbar bisa dikabulkan agar roda perekonomian lancar,” kata Dedy.
Ia menambahkan, ruas batas Kota Payakumbuh–Sitangkai saat ini sudah tidak nyaman dilalui meski pemeliharaan rutin dilakukan, sehingga peningkatan jalan menjadi kebutuhan mendesak.(*)
Editor : Hendra Efison