Kegiatan yang dipusatkan di Musala Nur Ihsan tersebut berfokus pada peningkatan kesiapan wanita usia 30–45 tahun dalam menghadapi masa menopause, serta membahas kesehatan reproduksi, isu gender, dan kesehatan lansia.
Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Siti Nur Hasanah SST MKes, tiga mahasiswa—Ulkhairi Putri Yanos, Almah Albearty Nawipa, dan Rhenasya Zahrirona—menyampaikan materi mengenai fase-fase menopause, mulai dari pra-menopause hingga pasca-menopause.
Penyuluhan juga menyoroti risiko osteoporosis yang lebih tinggi pada perempuan yang pernah mengalami stunting atau kurang aktivitas fisik.
Materi disajikan secara ringkas dan aplikatif, mencakup kesehatan reproduksi usia produktif, kesehatan lansia, hingga pemahaman dasar isu gender.
Ulkhairi Putri Yanos memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah menghadapi perubahan fisik dan emosional selama menopause.
Untuk mengukur pemahaman peserta, panitia melakukan pre-test dan post-test. Peserta juga menerima leaflet berisi ringkasan materi sebagai panduan mandiri.
Sesi tanya jawab berlangsung aktif, sebelum dilanjutkan penyerahan hadiah bagi peserta terpilih serta kenang-kenangan untuk kader posyandu.
“Setelah penyuluhan ini, saya jadi lebih paham tentang gejala dan cara menghadapi menopause. Kami juga jadi lebih sadar pentingnya gizi dan menjaga kesehatan sejak sekarang,” ujar salah seorang peserta.
Kegiatan ditutup dengan post-test dan foto bersama mahasiswa, kader, dan peserta. Melalui program MBKM–Membangun Desa, mahasiswa FKM Unand berharap edukasi ini dapat membantu perempuan di Kapalo Koto lebih siap menghadapi fase menopause serta meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.(rdo)
Editor : Hendra Efison