PADEK.JAWAPOS.COM – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas melaksanakan penyuluhan tentang kebersihan alat reproduksi dan pencegahan seks bebas kepada siswi SMP Negeri 23 Padang.
Kegiatan dalam rangka program Pengabdian kepada Masyarakat MBKM ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai kesehatan reproduksi remaja serta mendorong perilaku yang lebih bertanggung jawab. Penyampaian materi diawali dengan pemaparan dari kelompok mahasiswa, dan dilanjutian dengan distribusi media edukasi seperti brosur, stand banner, dan kartu Reprohero.
“Program MBKM Pengabdian Masyarakat ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan dan memahami isu kesehatan yang dihadapi masyarakat,” ujar Adisti Qamahadlina Larasati, dosen pembimbing lapangan yang hadir bersama lima mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas
Kesehatan reproduksi remaja merupakan keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi pada usia 10-19 tahun, yang mencakup pembebasan dari diskriminasi, kekerasan, atau paksaan.
Sedangkan, pencegahan seks bebas adalah upaya untuk menghindarkan remaja dari perilaku seksual beresiko melalui peningkatan pengetahuan, serta pembiasaan perilaku sehat dan bertanggung jawab. Pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi pada remaja dan pencegahan seks bebas sangat penting sebagai langkah awal dalam menyiapkan generasi emas yang unggul dan berkualitas.
Dalam pelaksanaan kegiatan, mahasiswa menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan perilaku seksual berisiko.
Sebagai alat bantu, media yang digunakan dalam penyuluhan berupa stand banner, brosur dan kartu Reprohero, di mana stand banner membantu menarik perhatian siswi untuk mengikuti kegiatan penyuluhan, sedangkan leaflet dibagikan sebagai informasi tambahan serta kartu Reprohero sebagai media pemantauan perubahan perilaku siswi yang menjadi peserta penyuluhan. Kegiatan ini ditutup dengan pemberian hadiah kepada kelompok games pemenang serta sesi foto bersama.
Peserta mengaku antusias dan lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi serta dampak negatif seks bebas.
Nadya, salah satu siswi, menyebut materi yang disampaikan mudah dipahami dan membantu dirinya mengenali risiko kesehatan reproduksi. Peserta lain, Tiara, menilai pembahasan tersebut perlu dibicarakan secara terbuka karena berkaitan dengan pengetahuan dasar remaja.
Kegiatan ditutup dengan permainan edukatif, pemberian hadiah, dan foto bersama.
Alfen Deza, perwakilan mahasiswa, berharap penyuluhan ini dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.
Mahasiswa FKM UNAND menegaskan komitmen untuk terus mendampingi peserta melalui media edukasi yang telah diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi remaja. (*)