PADEK.JAWAPOS.COM – Program Pengabdian Langkah Emas 2025 yang dijalankan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas resmi berakhir setelah lima minggu pelaksanaan di Desa Timbalun, Kecamatan Bungus Timur.
Kegiatan penutupan digelar di Masjid Istiqhoma pada Sabtu (22/11/2025), disusul rangkaian pentas seni di Lapangan Voli meskipun hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Ketua Pelaksana Langkah Emas 2025, Naufal Ramadhan, mengatakan kegiatan penutupan dibagi dalam dua sesi dan tetap berlangsung baik bersama warga. “Kegiatan terbagi dalam dua sesi, yakni formal di masjid dan non-formal di lapangan. Semua berjalan hangat bersama warga Timbalun,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Acaranya dimulai dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta dihadiri unsur pimpinan Fakultas Hukum, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Badan Eksekutif Mahasiswa, dan para volunteer.
Naufal menjelaskan program ini dilaksanakan melalui lima bidang pengabdian, mulai dari kesehatan, pendidikan, advokasi hukum, ekonomi kreatif, hingga sosial budaya.
Dalam bidang kesehatan, mahasiswa mengadakan sosialisasi ibu hamil dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia. Bidang pendidikan diisi kelas Bahasa Inggris untuk anak-anak.
Di bidang advokasi hukum, dilakukan sosialisasi bahaya judi online dan layanan konseling sengketa tanah dengan menghadirkan pemateri dari Lembaga Bantuan Hukum Universitas Andalas. Pada sektor ekonomi kreatif dan sosial budaya, mahasiswa menggandeng Kelompok Wanita Tani dan pemuda desa dalam kegiatan kolaboratif berbasis masyarakat.
Naufal menyampaikan apresiasi kepada warga atas dukungan selama pelaksanaan kegiatan. Ketua Departemen Sosial Masyarakat BEM FHUA, Muhammad Dzaki, juga mengucapkan terima kasih atas sambutan masyarakat.
Ketua BEM FHUA, Rayhan Alhakim, menilai penerimaan warga sejak kedatangan mahasiswa pada 18 Oktober memberi ruang dialog antara kampus dan masyarakat. Perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, Arpendi Dt Tan Bagindo, turut menyampaikan pesan agar mahasiswa tetap sabar dan fokus menyelesaikan pendidikan setelah kembali ke kampus.
Prosesi penutupan ditandai pernyataan resmi Arpendi Dt Tan Bagindo, dilanjutkan doa bersama serta penyerahan plakat kepada pihak desa. Tayangan video profil Desa Timbalun menutup sesi formal sebelum kegiatan bergeser ke pentas seni di lapangan.
Sesi non-formal diwarnai penampilan seni warga, mulai dari Silat Bagalombang hingga pentas anak-anak Paud Binangkit. Suasana semakin meriah dengan persembahan lagu, tari, serta drama musikal mengenai sosok penyair Widji Thukul yang dibawakan para volunteer. Penampilan tersebut disambut tepuk tangan panjang warga karena penghayatan dan pesan kuat tentang keadilan.
Sebelum acara benar-benar berakhir, para volunteer dan warga menari serta bernyanyi bersama di bawah hujan deras. “Setelah kembali ke kampus, semoga mahasiswa fokus menyelesaikan kuliah dan mendapat pekerjaan sesuai bidang,” kata Arpendi Dt Tan Bagindo menutup rangkaian kegiatan yang meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat dan mahasiswa.(rel)
Editor : Tandri Eka Putra