Kebijakan tersebut dilaunching Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, dan diikuti secara daring oleh pelajar serta pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di seluruh kabupaten dan kota.
Vasko Ruseimy menyatakan kebijakan ini bertujuan membentuk karakter, etika, dan jati diri generasi muda Minangkabau melalui jalur pendidikan formal.
“Hari ini Silek Tradisi Minangkabau resmi kita hadirkan di sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ini kebanggaan Ranah Minang yang harus kita hidupkan bersama,” ujar Vasko.
Ia menjelaskan silek tradisi mengandung nilai adat, musyawarah, etika sosial, dan spiritualitas yang sejalan dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
“Silek bukan hanya gerak fisik, tetapi mengajarkan adab, etika, dan hubungan sosial berbasis budaya,” katanya.
Vasko menegaskan Pemprov Sumbar berkomitmen menghidupkan kembali silek tradisi yang dinilai mulai tergerus perkembangan zaman, sekaligus menjadikannya identitas budaya generasi muda.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar Habibul Fuadi menyampaikan ekstrakurikuler wajib silek tradisi telah mulai diterapkan sejak awal tahun ajaran Juli 2025, namun baru kini memiliki modul pembelajaran terstandar.
“Dengan modul yang sudah terbit, pelaksanaan ekstrakurikuler silek tradisi kini berjalan seragam dan terstruktur di seluruh SMA, SMK, dan SLB,” jelas Habibul.
Ia menambahkan program ini terintegrasi dengan kegiatan wajib sekolah lainnya, seperti tahfiz, wirid kolaborasi, dan pramuka, sebagai penguatan pendidikan karakter berbasis nilai lokal.
Kegiatan peluncuran turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Sumbar Muhidi, Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, pimpinan OPD terkait, pengurus IPSI, serta tuo-tuo silek se-Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison