Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kepala Sekolah SD-SMP Se-Padang Serbu Diskominfo, Aktivasi TTE Dikebut untuk Pangkas Birokrasi

Hendra Efison • Jumat, 20 Februari 2026 | 23:04 WIB

Kepala sekolah SD-SMP se-Padang aktivasi TTE di Diskominfo, percepat birokrasi digital dan tingkatkan keamanan dokumen resmi.
Kepala sekolah SD-SMP se-Padang aktivasi TTE di Diskominfo, percepat birokrasi digital dan tingkatkan keamanan dokumen resmi.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang di Balai Kota Padang, Air Pacah, mendadak ramai pada Jumat (20/2/2026).

Ratusan kepala sekolah setingkat SD dan SMP se-Kota Padang terlihat memadati lantai III gedung tersebut untuk melakukan aktivasi Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Kedatangan para kepala sekolah itu bukan untuk aksi demonstrasi maupun menghadiri kegiatan seremonial, melainkan untuk mengaktifkan sertifikat elektronik yang akan digunakan dalam administrasi kedinasan berbasis digital.

“Iya, sejak beberapa hari ini kantor kami didatangi kepala sekolah untuk aktivasi TTE,” ungkap Sandiman Ahli Muda Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Padang, Fazarianti, Jumat siang itu.

Sejumlah kepala sekolah tampak antre dengan tertib dan sabar menunggu giliran, meski dalam kondisi menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Fazarianti menjelaskan bahwa TTE merupakan sertifikat elektronik hasil kerja sama Pemerintah Kota Padang dengan Balai Sertifikat Elektronik (BSrE) di bawah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“TTE ini sebenarnya adalah sertifikat elektronik yang merupakan kerja sama dari Pemerintah Kota Padang dengan Balai Sertifikat Elektronik atau BSrE, yang merupakan bagian dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),” ujarnya.

Menurutnya, TTE menggantikan tanda tangan manual dengan sistem digital berkeamanan tinggi yang sulit dipalsukan dan mampu merekam identitas penandatangan, waktu, serta lokasi penandatanganan secara detail melalui sistem.

“Begitu spesifiknya tanda tangan elektronik ini, sehingga tanda tangan yang biasanya manual yang bisa berisiko dipalsukan, dengan adanya tanda tangan elektronik ini sulit untuk dipalsukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila dokumen elektronik diubah atau ditandatangani ulang oleh pihak lain, sistem akan otomatis menyatakan dokumen tidak valid sehingga aspek kerahasiaan tetap terjaga.

Saat ini, TTE telah terintegrasi dengan sejumlah aplikasi pemerintahan seperti SRIKANDI, INAPROC, aplikasi SIAP Disdukcapil, serta JDIH, sehingga proses administrasi dapat berjalan tanpa bergantung pada kehadiran fisik pejabat penandatangan.

“Ini dapat memangkas banyak sekali proses birokrasi. Begitu sederhananya tentang tanda tangan elektronik ini,” katanya.

Diskominfo berperan sebagai verifikator mulai dari tahap pendaftaran, penerbitan, hingga aktivasi TTE bagi aparatur sipil negara, termasuk penanganan kendala teknis seperti lupa passphrase, mutasi, hingga pensiun.

Ke depan, Pemerintah Kota Padang menargetkan seluruh ASN memiliki TTE dalam tiga hingga empat tahun mendatang, dengan prioritas saat ini diberikan kepada kepala OPD, lurah, camat, kepala puskesmas, serta kepala sekolah.(*)

Editor : Hendra Efison
#Diskominfo Padang #digitalisasi birokrasi Padang #aktivasi TTE kepala sekolah #tanda tangan elektronik