PADEK.JAWAPOS.COM-Universitas Negeri Padang (UNP)menghadirkan inovasi bulu mata palsu berbahan dasar serat pelepah batang pisang kepok yang dikembangkan dosen Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan, Vivi Efrianova.
Inovasi tersebut memadukan aspek estetika, keberlanjutan, dan kehalalan dalam satu produk kecantikan berbahan alami.
Dr. Vivi Efrianova menjelaskan, inovasi itu berangkat dari keresahan terhadap dampak lingkungan dan potensi bahaya bahan sintetis pada produk kecantikan.
Ia kemudian melihat peluang pemanfaatan serat alami dari pelepah pisang kepok yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Menurutnya, pelepah pisang kepok memiliki karakteristik menyerupai bulu mata manusia, mulai dari tekstur hingga kilau alaminya.
“Produk bulu mata palsu yang terbuat dari serat pelepah batang pisang kepok dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Selain memiliki tampilan menyerupai bulu mata alami, serat pelepah pisang kepok disebut lebih ringan dan nyaman digunakan dalam waktu lama. Sifat biodegradable pada bahan alami tersebut juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan produk konvensional berbahan sintetis.
Proses pembuatannya dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemotongan, penyerutan, pencucian, penjemuran, hingga pewarnaan. Setelah itu, serat dirangkai secara manual menjadi bulu mata palsu.
Dalam pengembangannya, Dr. Vivi menghadapi tantangan terkait ketersediaan bahan baku berkualitas. Untuk mengatasi hal tersebut, ia bekerja sama dengan petani pisang lokal guna memastikan suplai serat terbaik sekaligus mendukung pemberdayaan masyarakat.
“Salah satu tantangan awal adalah memastikan ketersediaan dan kualitas serat pelepah batang pisang kepok yang memadai. Kami bekerja sama dengan petani lokal untuk mendapatkan bahan terbaik,” katanya.
Produk ini juga dinilai dapat menjawab kebutuhan konsumen Muslim karena menggunakan bahan alami yang halal.
“Serat alami yang lebih ringan dan nyaman membuat pengguna dapat mengenakan bulu mata palsu ini dalam waktu yang lebih lama tanpa merasa tidak nyaman,” tambahnya.
Saat ini, produk tersebut masih dalam tahap pengujian untuk memastikan kualitas dan keamanan sebelum dipasarkan secara luas. Pada saat bersamaan, Dr. Vivi juga tengah mengajukan hak paten atas inovasi tersebut.
Dalam pengembangan produk, ia menggandeng industri, termasuk PT Nanotech Natura Indonesia, untuk mengintegrasikan teknologi seperti nanoteknologi.
Selain menjadi inovasi di bidang kecantikan, pemanfaatan pelepah pisang kepok sebagai bahan baku juga disebut membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan.
“Dengan bekerja sama langsung dengan petani lokal, kami tidak hanya mendukung ekonomi masyarakat tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, inovasi tersebut diharapkan menjadi alternatif produk kecantikan yang aman dan ramah lingkungan sekaligus mendorong lahirnya karya berbasis bahan alami lainnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto