Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hari Kesaktian Pancasila, Dosen JTS - PNP Berikan Pelatihan Modeling dan Quantity Takeoff Berbasis Revit

Tandri Eka Putra • Rabu, 3 Juni 2026 | 09:12 WIB
Tim PKM Teknik Sipil PNP bersama peserta usai pelatihan Revit berbasis BIM di SMKN 1 Sumbar untuk meningkatkan kompetensi guru SMK. (IST)
Tim PKM Teknik Sipil PNP bersama peserta usai pelatihan Revit berbasis BIM di SMKN 1 Sumbar untuk meningkatkan kompetensi guru SMK. (IST)

 PADEK.JAWAPOS.COM- Momentum Hari Kesaktian Pancasila dimanfaatkan dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang (PNP) untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah menengah kejuruan (SMK) melalui pelatihan Modeling dan Quantity Takeoff berbasis Revit. 

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut bertujuan memperkuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital konstruksi agar proses pembelajaran semakin relevan dengan kebutuhan industri.

“ Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dunia pendidikan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru vokasi agar mampu mengikuti perkembangan teknologi di bidang konstruksi,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Lilis Novitasari, S.Pd., M.T.

Kegiatan bertema “Optimalisasi Akurasi Volume Pekerjaan Konstruksi melalui Pelatihan Modeling dan Takeoff Berbasis Revit bagi Guru SMK” itu dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Teknik Sipil PNP yang terdiri atas Lilis Novitasari, S.Pd., M.T, Ir. Badzlina Harvy Nesya, S.T., M.T, Micky Fetriani, M.T, Putri Kumala Sari, S.T., M.T, dan Restika Rahmadona Efiariza, M.Ars. 

Pelatihan difokuskan pada penguasaan Building Information Modeling (BIM) menggunakan perangkat lunak Revit untuk mendukung efisiensi dan akurasi pekerjaan konstruksi.

Ir. Badzlina Harvy Nesya, S.T., M.T menjelaskan, perkembangan industri konstruksi saat ini menuntut pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai tahapan pekerjaan.

Menurutnya, penggunaan BIM melalui Revit memungkinkan proses pemodelan bangunan dilakukan secara terintegrasi sekaligus menghasilkan perhitungan volume pekerjaan atau quantity takeoff yang lebih cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai pembuatan model bangunan tiga dimensi serta teknik menghitung volume pekerjaan konstruksi secara otomatis menggunakan Revit. Keterampilan tersebut dinilai penting untuk mendukung pembelajaran vokasi yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan pengabdian ini juga menjadi implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua dan sila kelima. Upaya peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan teknologi dinilai sebagai langkah pemerataan akses pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan era digital.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong, mendorong inovasi pendidikan, serta menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing di sektor konstruksi modern.

Micky Fetriani, M.T menyebut kegiatan pelatihan tersebut sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi di Indonesia. Menurutnya, penguasaan teknologi BIM dan Revit dapat membantu guru menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan tuntutan industri konstruksi saat ini.

Salah seorang peserta, Ramadhani, S.Pd., M.Pd, mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan tersebut. “Pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga bagi kami. Melalui penggunaan Revit, proses pemodelan bangunan dan perhitungan volume pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat dibandingkan metode konvensional.

Pengetahuan dan keterampilan yang kami peroleh akan sangat membantu dalam memperbarui materi pembelajaran agar lebih sesuai dengan perkembangan teknologi konstruksi saat ini. Kami mengapresiasi kegiatan pengabdian ini karena memberikan solusi nyata untuk meningkatkan kompetensi guru SMK,” katanya.

Ke depan, hasil pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing sehingga peserta didik memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri konstruksi digital.

 “Semangat Hari Kesaktian Pancasila menjadi landasan untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengabdikan ilmu pengetahuan bagi kemajuan pendidikan serta pembangunan nasional,” tutup Micky Fetriani.

Editor : Tandri Eka Putra
#hari kesaktian pancasila #Politeknik Negeri Padang