PADEK.JAWAPOS.COM – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menorehkan kiprah di tingkat internasional melalui partisipasi tiga dosennya dalam The 4th Asia-Europe Conference on Applied Information Technology 2026 (AETECH 2026).
Forum ilmiah internasional tersebut berlangsung di Faculty of Natural Sciences, Matej Bel University, Banská Bystrica, Slovakia, Jumat (5/6/2026).
Keikutsertaan para akademisi UNP dalam konferensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik global sekaligus memperkenalkan hasil penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi, pendidikan, dan mitigasi bencana.
Partisipasi mereka didukung melalui pendanaan DAPT Equity THE Impact 2025–2026.
Tiga Dosen UNP Bawa Riset ke Forum Internasional
Tiga dosen yang mewakili UNP adalah Prof. Drs. Ganefri, M.Pd., Ph.D., Prof. Rusnardi Rahmat Putra, S.T., M.T., Ph.D.Eng., dan Dr. Hendra Hidayat, S.Pd., M.Pd.
Kepala Kantor Komunikasi dan Promosi Strategis UNP, Dr. Haris Satria, mengatakan keikutsertaan ketiga akademisi tersebut mencerminkan komitmen UNP dalam memperkuat posisi perguruan tinggi di tingkat internasional melalui publikasi dan diseminasi hasil penelitian.
Mereka mempresentasikan tiga artikel ilmiah yang telah diterima untuk dipublikasikan pada JOIV: International Journal on Informatics Visualization, jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus Q2.
"Keberhasilan tersebut menjadi indikator kualitas penelitian yang dihasilkan sivitas akademika UNP sekaligus menunjukkan daya saing riset perguruan tinggi Indonesia di forum akademik global," kata Dr Haris.
Riset Pendidikan Kewirausahaan Berbasis AI
Prof. Ganefri mempresentasikan artikel berjudul “Critical Thinking in AI-Driven Entrepreneurship Education: The Roles of Self-Regulation and Self-Efficacy in Engineering Students”.
Penelitian tersebut mengkaji hubungan kemampuan berpikir kritis, regulasi diri, dan efikasi diri dalam pendidikan kewirausahaan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi mahasiswa teknik.
Riset ini memberikan gambaran mengenai faktor-faktor yang dapat mendukung efektivitas pembelajaran kewirausahaan di tengah transformasi digital yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi AI.
Kajian Mitigasi Gempa dan Potensi Likuefaksi di Pasaman Barat
Pada sesi lainnya, Prof. Rusnardi Rahmat Putra memaparkan penelitian berjudul “Seismic Microzonation, Liquefaction Potential and Seismic Intensity for West Pasaman Based on Microtremor Observation Result”.
Penelitian tersebut membahas pemetaan mikrozonasi seismik, potensi likuefaksi, dan intensitas gempa di Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan hasil pengamatan mikrotremor.
Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan strategi mitigasi bencana berbasis data geofisika, khususnya pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa yang tinggi.
Augmented Reality untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar
Sementara itu, Dr. Hendra Hidayat mempresentasikan artikel berjudul “The Determinants of Learning Experience Quality in Mobile Augmented Reality Environments Among Engineering Education Students”.
Penelitian tersebut menyoroti berbagai faktor yang memengaruhi kualitas pengalaman belajar mahasiswa pendidikan teknik dalam lingkungan pembelajaran berbasis mobile augmented reality.
Hasil penelitian ini memberikan perspektif mengenai pemanfaatan teknologi imersif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa di era digital.
Dukung Pencapaian SDGs
Dr. Haris Satria menyampaikan bahwa partisipasi dosen UNP dalam AETECH 2026 sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurutnya, kegiatan tersebut berkontribusi pada SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui penguatan riset, inovasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Selain itu, keikutsertaan dalam konferensi internasional juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik dan pertukaran pengetahuan lintas negara.
"Partisipasi dosen UNP dalam AETECH 2026 sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," kata Dr. Haris.(*)
Editor : Heri Sugiarto