Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lulusan Doktor UNP Pelopori Program Pembelajaran Jarak Jauh SMA Pertama di Sumatera Barat

Heri Sugiarto • Rabu, 1 Juli 2026 | 09:29 WIB
Lulusan doktor UNP Berry Devanda yang memperkenalkan Program Pembelajaran Jarak Jauh SMA pertama di Sumatera Barat melalui SMA Negeri 8 Padang.(Foto: KKPS)
Lulusan doktor UNP Berry Devanda yang memperkenalkan Program Pembelajaran Jarak Jauh SMA pertama di Sumatera Barat melalui SMA Negeri 8 Padang.(Foto: KKPS)

PADEK.JAWAPOS.COM – Prosesi Wisuda ke-143 Universitas Negeri Padang (UNP) tidak hanya menjadi momen perayaan bagi para lulusan. Dari ribuan wisudawan yang dikukuhkan, salah satunya membawa kabar tentang sebuah terobosan yang membuka akses pendidikan bagi remaja yang belum sempat menyelesaikan sekolah menengah.

Adalah Dr. Berry Devanda, S.Pd., M.Ed., lulusan Program Doktor UNP yang kini memimpin pelaksanaan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA pertama di Sumatera Barat melalui SMA Negeri 8 Padang.

Berry, yang juga menjabat Kepala SMA Negeri 8 Padang, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemerintah dalam mengurangi angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

Pelaksanaannya merupakan penugasan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Sebagai alumni UNP, kami bangga mendapat penugasan dari Kemdikdasmen RI dan Gubernur Sumatera Barat untuk ikut berkontribusi mengurangi angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," ujar Berry usai mengikuti prosesi wisuda di Auditorium UNP, Selasa (30/6/2026).

Ia berharap semakin banyak alumni UNP ikut mengambil peran dalam menyukseskan program tersebut. Salah satunya dengan membantu mengidentifikasi sekaligus mengajak remaja usia sekolah yang putus sekolah agar kembali memperoleh layanan pendidikan.

"Kepada semua alumni UNP yang ingin ikut berkontribusi, mari ajak ATS usia 16–18 tahun di sekitar tempat tinggalnya untuk kembali ke sekolah melalui program PJJ SMAN 8 Padang," katanya melalui pesan WhatsApp saat dihubungi Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis.

Lulusan S1 UNP dan S2 University of Adelaide, Australia, itu menjelaskan penanganan Anak Tidak Sekolah kini menjadi salah satu prioritas nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ATS usia 16–18 tahun secara nasional masih mencapai lebih dari 1,1 juta anak. Sementara itu, data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat terdapat 839 ATS usia 16–18 tahun di Provinsi Sumatera Barat pada 2026.

Program Pembelajaran Jarak Jauh di SMA Negeri 8 Padang menerapkan model pembelajaran kombinasi. Sebanyak 70 persen proses belajar dilakukan secara daring, sedangkan 30 persen lainnya melalui pembelajaran sinkron berupa tatap muka virtual maupun pertemuan langsung secara berkala.

Menurut Berry, sistem tersebut dirancang menyerupai pola pembelajaran yang diterapkan Universitas Terbuka sehingga memberikan fleksibilitas bagi peserta didik yang memiliki berbagai keterbatasan untuk tetap menuntaskan pendidikan menengah.

Program ini ditujukan bagi remaja berusia 16–18 tahun yang telah lulus SMP atau MTs pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi belum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau sederajat. Program tidak menerima lulusan baru SMP Tahun Pelajaran 2026/2027 agar tidak tumpang tindih dengan jalur penerimaan reguler.

Peserta yang menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun akan memperoleh ijazah resmi yang diterbitkan oleh SMA Negeri 8 Padang.

Program tersebut juga sejalan dengan dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#unp #Berry Devanda #anak tidak sekolah #pembelajaran jarak jauh #SMA Negeri 8 Padang