Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meninjau lokasi pembangunan bersama Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, serta sejumlah anggota DPRD pada Kamis (20/3/2025).
Pasar Inpres Painan, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada Oktober 2023, dibangun dengan anggaran Rp53 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa pasar ini adalah jantung perekonomian masyarakat di ibu kota kabupaten, sehingga menjadi prioritas utama.
Pedagang Mengeluhkan Relokasi
Saat ini, pedagang yang direlokasi ke sepanjang ruas jalan Kampung Jao hingga bagian samping dan belakang pasar mengeluhkan kondisi yang sempit dan kurang representatif. Akibatnya, banyak dari mereka mengalami penurunan omzet hingga gulung tikar karena sepi pembeli.
"Pedagang menjerit karena lokasi sementara tidak nyaman dan kurang layak. Hal ini berdampak pada sepinya pembeli dan menurunnya transaksi jual beli," ujar Hendrajoni.
Pembangunan Dilanjutkan dengan Anggaran Tambahan
Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah memastikan pembangunan kembali dilanjutkan dengan tambahan anggaran sekitar Rp27 miliar. Proses pembangunan dijadwalkan mulai pertengahan tahun 2025.
"Berdasarkan hal itu, maka kita akan pastikan pembangunan/revitalisasi pasar ini akan dilanjutkan pembangunannya, dan Insha Allah akan dimulai pertengahan tahun ini, dengan anggaran sekitar Rp 27 miliar," ungkapnya.
Selain membangun ulang, kawasan pasar juga akan ditata lebih rapi agar memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung.
"Jika pasar nyaman, pengunjung akan semakin ramai dan transaksi ekonomi akan meningkat," kata Hendrajoni.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek ini agar kejadian terbengkalainya pembangunan tidak terulang.
"Pembangunan ini harus dikawal agar berjalan sesuai jadwal dan tidak terbengkalai lagi seperti sebelumnya," tambahnya.
Pastikan Ketersediaan Sembako Selama Ramadan
Selain meninjau pembangunan pasar, Bupati Hendrajoni juga mengecek kondisi pedagang yang direlokasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2025.
Jika terjadi kelangkaan, pihaknya akan segera menggelar operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga.
"Kami tidak ingin ada lonjakan harga dan kelangkaan pangan. Untuk itu, kami telah mengecek stok di gudang Bulog Sago," ujarnya.
Dari hasil peninjauan, stok beras di gudang Bulog Sago mencapai 913 ton, yang dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan.
Manager Bulog Kanwil Sumbar, Muhammad Fakhri Firdaus, menyebutkan bahwa sebanyak 300 ton beras yang tersedia merupakan hasil pembelian dari petani lokal Pessel.
"Langkah ini diambil agar harga beras tetap stabil dan petani tetap mendapat pasar. Dengan selesainya pembangunan pasar nanti, hasil produksi petani bisa lebih mudah dipasarkan," jelasnya.
DPRD Dukung Kelanjutan Pembangunan
Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan pembangunan Pasar Inpres Painan. Ia menegaskan bahwa pasar ini memiliki peran strategis sebagai pusat grosir di daerah.
"Pasar ini merupakan aspirasi masyarakat yang sudah lama kami perjuangkan. Dengan dilanjutkannya pembangunan, kami berharap perekonomian daerah kembali menggeliat," katanya.
Dijelaskannya bahwa Pasar Inpres Painan dibangun dengan anggaran Rp 53,3 miliar dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
Diketahui, Pasar Inpres Painan dirancang berdiri di atas lahan seluas 8.877 meter persegi dengan bangunan tiga lantai yang mampu menampung sekitar 553 pedagang. Namun, proyek ini sempat terhenti pada Desember 2024 akibat rekanan yang mengundurkan diri.
"Namun disayangkan pelaksanaan pembangunan pasar yang dimulai sejak September 2023 ini terhenti pada Desember 2024 lalu karenakan ditinggal oleh rekanan yang melaksanakan pembangunan," timpalnya.
Dengan kembali dilanjutkannya pembangunan, masyarakat dan pedagang berharap agar proyek ini dapat selesai tepat waktu, sehingga aktivitas perdagangan dapat kembali normal dan lebih nyaman bagi semua pihak.(adv)
Editor : Hendra Efison