Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Laka Pelajar Tinggi, Satlantas Polres Pessel Gencarkan Edukasi ke Sekolah

Yoni Syafrizal • Kamis, 25 September 2025 | 12:15 WIB
Kasatlantas Polres Pessel, AKP Ade Putra. (Dok Ade)
Kasatlantas Polres Pessel, AKP Ade Putra. (Dok Ade)

PADEK.JAWAPOS.COM-Kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar mendapat perhatian serius Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesisir Selatan (Pessel).

Kepala Satlantas Polres Pessel, AKP Ade Putra, mengatakan kemarin (24/9) bahwa keselamatan di jalan itu bukan sekadar soal aturan, tapi menyangkut keselamatan jiwa. Dari itu kepada pelajar dihimbau agar menegakkan disiplin dan mematuhi aturan dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama.

"Keselamatan di jalan itu bukan sekadar soal aturan, tapi menyangkut nyawa. Kami tidak ingin masa depan generasi muda hancur akibat kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah. Dari itu kami himbau kepada para pelajar agar menegakkan disiplin dan mematuhi aturan dalam berlalu lintas," katanya.

Dijelaskannya bahwa gaya hidup remaja yang dipengaruhi media sosial, sering kali mendorong mereka untuk bertindak ugal-ugalan di jalan. Oleh karena itu, edukasi tentang keselamatan berkendara perlu diberikan sejak dini.

Angka Kecelakaan Tinggi di Kalangan Remaja

AKP Ade mengungkapkan, sepanjang tahun 2024 terdapat sekitar 300 kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan remaja di Pesisir Selatan. Angka itu menunjukkan bahwa hampir setiap hari terjadi satu kasus kecelakaan yang bisa jadi melibatkan pelajar.

"Data itu menjadi alarm bagi kita semua. Maka dari itu, kami terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah melalui program Polisi Sahabat Pelajar," jelasnya.

Salah satu upaya untuk menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar itu, sehingga jajaran Satlantas Polres Pessel tidak hanya menyasar para siswa, tetapi juga guru dan kepala sekolah.

"Sebab guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa. Mereka bisa memberi edukasi, teguran, bahkan keteladanan tentang tertib berlalu lintas," ujarnya.

AKP Ade juga meminta agar kepala sekolah turut mengawasi dan menegakkan aturan yang jelas terhadap pelanggaran lalu lintas oleh siswa, termasuk yang berkendara tanpa surat-surat resmi.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak yang menggunakan kendaraan bermotor.

"Jangan berikan motor kepada anak yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM. Kalau kita lengah, artinya kita membiarkan anak kita melanggar hukum dan membahayakan dirinya sendiri," ucapnya.

Ditambahkan lagi bahwa selain keluarga dan sekolah, lingkungan masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif. Budaya saling mengingatkan dan tidak membiarkan pelanggaran menjadi kebiasaan adalah kunci terciptanya jalan raya yang aman.

AKP Ade juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pessel agar bisa menjadi contoh dalam berkendara.

"ASN harus bisa jadi panutan, tidak hanya di kantor tapi juga di jalan. Pakai helm, lengkapi kendaraan, patuhi rambu, dan yang tidak kalah penting jangan lupa bayar pajak," ingatnya.

Hal itu disampaikannya karena ketaatan membayar pajak kendaraan tidak hanya mendukung legalitas, tapi juga berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

AKP Ade juga mengajak insan pers untuk ikut menyuarakan pentingnya tertib berlalu lintas melalui pemberitaan yang edukatif dan konstruktif.

"Kami sangat terbuka dan siap bekerja sama dengan media. Keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama," jelasnya.

Melalui sinergi antara polisi, sekolah, orang tua, masyarakat, ASN, dan media, maka budaya tertib berlalu lintas semakin tumbuh kuat di tengah masyarakat Pesisir Selatan, khususnya di kalangan generasi muda. (yon)

 

Editor : Novitri Selvia
#AKP Ade Putra #laka lantas #Polres Pessel