Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pessel Tanggap Darurat hingga 7 Desember, 81 Ribu Warga Terdampak Banjir-Longsor

Suyudi Adri Pratama • Senin, 1 Desember 2025 | 11:47 WIB

GERAK CEPAT: Personel Bekangdam XX/ TIB menyalurkan bantuan melalui Danau Singkarak antisipasi akses darat terputus.
GERAK CEPAT: Personel Bekangdam XX/ TIB menyalurkan bantuan melalui Danau Singkarak antisipasi akses darat terputus.

PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak hingga 7 Desember nanti, menyusul banjir dan longsor yang melanda 11 kecamatan akibat curah hujan tinggi sejak 21 November 2025.

Aktivitas masyarakat mulai pulih seiring surutnya air, meski kerusakan infrastruktur dan sektor pertanian masih memerlukan penanganan intensif.

Data Pemkab Pessel mencatat sebanyak 81.550 jiwa atau 16.310 kepala keluarga terdampak bencana hidrometeorologi ini. Satu warga di Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, masih dinyatakan hilang.

Pendataan kerusakan rumah, baik berat, sedang, maupun ringan, masih berlangsung. Kerusakan infrastruktur diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp266,08 miliar.

Sepuluh jembatan putus dan rusak, termasuk jembatan gantung di Tanuk Baruang, Kampung Tanjung, Inunang, Pelangai, dan Padang Galundi.

Empat ruas jalan amblas di Bayang Utara, Ranah Pesisir, Lengayang, dan Batang Kapas, sementara fasilitas publik terdampak meliputi 13 sekolah, enam rumah ibadah, empat fasilitas kesehatan, dan satu kantor wali nagari.

Akses transportasi utama seperti ruas Bayang–Alahan Panjang masih terganggu akibat longsor. Bencana juga menghantam sektor pertanian dan peternakan.

Dinas Pertanian Pessel mencatat total 1.789,37 hektare lahan terdampak, dengan 37 hektare mengalami puso. Kerusakan terparah terjadi pada sawah dan ladang padi serta jagung yang sedang dalam fase pertumbuhan, memaksa sebagian petani menanam ulang.

Sektor peternakan kehilangan 380 ayam, 80 itik, dan 78 sapi, beberapa di antaranya hanyut terbawa arus. Estimasi kerugian sektor pertanian mencapai Rp5,9 miliar, sementara peternakan Rp668 juta.

Pemkab telah mengajukan kebutuhan mendesak, antara lain lima perahu karet, lima chainsaw, 65 paket APD, 3.000 paket sembako, 2.000 family kit, dan 100 terpal.

Bantuan yang telah diterima meliputi 200 paket sembako, 100 selimut, 100 family kit, 100 kasur, dua tenda pengungsi, dan 50 tenda keluarga.

Bupati Pessel, Hendrajoni, bersama anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, meninjau lokasi terdampak untuk memastikan percepatan pemulihan.

Pemerintah daerah juga menggerakkan seluruh perangkat, termasuk penyuluh pertanian, untuk mendampingi petani menata kembali lahan, memperbaiki saluran irigasi, dan mempercepat distribusi bantuan logistik.

Hendrajoni mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung beberapa minggu ke depan. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan irigasi akan dilakukan setelah cuaca membaik untuk meminimalkan risiko banjir susulan.

Jalur Terputus

Sementara itu, Kodam XX/TIB terus melakukan penanganan darurat banjir di Sumbar. Personel Bekangdam XX/TIB menyalurkan logistik ke Daerah Paninggahan via Danau Singkarak, karena akses darat putus total akibat banjir dan longsor.

Pengiriman dimulai pukul 11.35 dan tiba pukul 13.20, menempuh jarak 12 mil. Bantuan berupa kebutuhan dasar disiapkan hasil sinergi Forkopimda dan Kodam XX/TIB.

Kabekangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Cba Arie Prabuadi, menyebut empat personel TNI AD bertugas memastikan bantuan tiba aman dan tepat sasaran.

Posko terpadu juga disiagakan untuk memonitor distribusi logistik. Dengan bantuan cepat dan terencana, diharapkan warga Sumbar dapat segera pulih dan beraktivitas normal. (yon/yud)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari Kambang Utara #longsor #Dinas Pertanian Pessel #banjir #Pemkab Pessel #hendrajoni