PADEK.JAWAPOS.COM - Ancaman kekerasan terhadap perempuan dan anak kini tak lagi sebatas ruang domestik. Di era digital, kasus justru makin kompleks. Merambah dunia maya, sulit terdeteksi, dan kerap luput dari pengawasan keluarga.
Fenomena ini menjadi alarm serius di Sumbar, termasuk Kabupaten Agam. Kekerasan berbasis gender online, pola asuh yang belum adaptif, hingga lemahnya ketahanan keluarga disebut sebagai titik rawan yang harus segera diperkuat.
Kepala Dinas P3AP2KB Sumbar dr. Herlin Sridiani menegaskan, pencegahan tak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Lingkungan terdekat yakni keluarga harus menjadi garda terdepan.
“Pertanyaannya sederhana, sudahkah lingkungan kita aman bagi perempuan dan anak? Ini harus dijawab dengan aksi nyata, dimulai dari keluarga,” tegasnya saat dialog interaktif bersama tokoh masyarakat dalam upaya penguatan ketahanan keluarga di Aula Bappeda Agam, Rabu (22/4).
Menurutnya, perubahan zaman membawa tantangan baru. Anak kini rentan terpapar konten negatif, perundungan digital, hingga kekerasan psikis yang tak kasat mata. Sementara itu, sebagian pola pengasuhan masih belum mampu mengikuti dinamika tersebut.
Di sisi lain, kearifan lokal Minangkabau dinilai tetap relevan sebagai benteng sosial. Peran Bundo Kanduang, ninik mamak, dan tokoh masyarakat disebut krusial dalam menjaga nilai, mengawasi lingkungan, sekaligus menjadi sistem kontrol sosial di tengah masyarakat.
Gerakan “Pantau Sumbar 2045” pun didorong sebagai upaya jangka panjang untuk menciptakan generasi yang aman dan berdaya saing. Fokusnya bukan sekadar penanganan kasus, tetapi pencegahan berbasis keluarga dan komunitas.
Dengan jumlah peserta lintas elemen masyarakat yang terlibat, dorongan kolaborasi semakin menguat. Harapannya, upaya perlindungan tidak berhenti di tataran wacana, tetapi turun menjadi gerakan nyata hingga ke tingkat nagari.
Dialog tersebut diikuti sebanyak 72 peserta yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, PKK, serta aktivis perlindungan anak. Selain itu, agenda ini juga dihadiri Kepala Dinas Dalduk KB, PP dan PA Kabupaten Agam, Surya Wendri. (ptr)
Editor : Adriyanto Syafril