PADEK.JAWAPOS.COM - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Sawahlunto kembali menggelar Lomba Bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Sawahlunto 2026 dengan tema “Melestarikan Cerita Rakyat Sawahlunto Warisan Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari di Perpustakaan Adinegoro, mulai 19 hingga 22 Mei 2026.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Afrizon, S.Sos., mengatakan lomba ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi anak sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keberanian, kemampuan berbicara, kepercayaan diri, serta menumbuhkan kecintaan terhadap cerita rakyat dan budaya daerah.
Tahun ini, sebanyak 68 peserta dari SD dan MI se-Kota Sawahlunto ikut berpartisipasi dalam lomba tersebut. Penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni Yogi Andika (Dinas Kebudayaan), Megi Hardani (Sutradara Teater), dan Jerli Novria Sandra (Guru Seni SMAN 3).
Afrizon juga menyampaikan bahwa para pemenang akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, yaitu juara I sebesar Rp5 juta, juara II Rp4 juta, juara III Rp3 juta, serta juara harapan I Rp2 juta, harapan II Rp1,5 juta, dan harapan III Rp1 juta, ditambah piala dan piagam penghargaan.
“Insyaallah, pemenang nantinya akan kami ikut sertakan mengikuti lomba yang sama di tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada tahun ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga melaksanakan berbagai kegiatan yang didukung anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK), di antaranya Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan, Lomba Bertutur, Lomba Video Konten Literasi, Lomba Perpustakaan Desa Terbaik, Lomba Pembuatan Resensi Buku, Bimbingan Teknis Literasi Informasi, serta Festival dengan target 100 peserta.
Wali Kota Sawahlunto yang diwakili Sekdako Rovanly Abdams dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba bertutur atau mendongeng mengandung banyak pesan moral yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya literasi.
“Pemerintah berharap kepada dewan juri nantinya agar dapat menemukan peserta potensial dalam bertutur atau mendongeng, sehingga bakatnya dapat dikembangkan dan diikutsertakan berkompetisi di tingkat provinsi,” ujar Rovanly Abdams.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh kepala SKPD atau dinas penerima bantuan DAK agar dapat menyisihkan anggaran untuk mendukung kegiatan serupa yang dilombakan, sebagai upaya menyiasati keterbatasan APBD Kota Sawahlunto saat ini.
Sementara itu, Bunda Literasi Kota Sawahlunto, Ny. Yori Riyanda, mengharapkan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menjadi sarana penguatan literasi dan pelestarian nilai budaya di tengah masyarakat
“Jadikan kesempatan lomba ini untuk belajar dan berkarya melalui bertutur dalam mempertahankan nilai-nilai budaya lokal,” ucap Yori Riyanda.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Diknas yang diwakili Sekretaris Dinas Rafki Rusdian, Kakankemenag yang diwakili Yusmaini, Kadis Kominfo yang diwakili Sekretaris Dinas Paul Papua, Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang diwakili Sekretaris Dinas Bustanul Arifin, serta undangan lainnya. (cc2)
Editor : Adriyanto Syafril