Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kedaulatan Informasi dan Mutu Pendidikan Disorot pada Momentum Harkitnas 2026 di Sumbar

Putra Susanto • Kamis, 21 Mei 2026 | 07:34 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Selasa (20/5). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (20/5). (DOK BIRO ADPIM)

PADEK.JAWAPOS.COM - Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Sumatera Barat tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Dari Padang, Tanahdatar hingga Agam, isu kedaulatan informasi, perlindungan generasi muda, dan peningkatan mutu pendidikan mengemuka sebagai tantangan utama kebangkitan bangsa di tengah derasnya arus transformasi digital.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menegaskan, tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya berkaitan dengan kedaulatan wilayah, tetapi juga menyangkut penguasaan informasi, penguatan karakter generasi muda, serta kemampuan menghadapi perkembangan teknologi secara bijak.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Upacara Harkitnas ke-118 tingkat Provinsi Sumbar di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Rabu (20/5).

“Semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dan mampu menyesuaikan diri dengan tantangan zaman, tanpa kehilangan jati diri bangsa,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, Harkitnas merupakan momentum bersejarah yang menandai lahirnya kesadaran kebangsaan melalui berdirinya Boedi Oetomo pada 1908. Peristiwa itu menjadi tonggak perubahan perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual dan diplomatik demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat dan bermartabat.

Mahyeldi menilai tema Harkitnas 2026, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, mengandung pesan penting tentang perlunya menjaga dan menyiapkan generasi muda sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. “Generasi muda harus tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing. Karena itu, menjaga tunas bangsa berarti menjaga masa depan Indonesia,” katanya.

Ia juga menyoroti sejumlah program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, pemerataan akses pendidikan, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi masyarakat melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Khusus di Sumbar, Mahyeldi meminta seluruh organisasi perangkat daerah memastikan pelaksanaan Program Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Program-program ini harus benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Selain itu, Mahyeldi memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan anak di ruang digital. Menurutnya, pembatasan akses media sosial bagi anak usia di bawah 16 tahun perlu menjadi perhatian bersama. “Kita ingin anak-anak Sumatera Barat tumbuh dalam lingkungan digital yang sehat, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan usianya,” ucap Mahyeldi.

Isu serupa juga mengemuka di Kabupaten Tanahdatar. Bupati Eka Putra yang memimpin upacara Harkitnas di Lapangan Cindua Mato Batusangkar, Rabu (20/5), menegaskan bahwa perjuangan bangsa kini telah bergeser dari perang fisik menuju perang informasi dan transformasi digital.

Membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Eka Putra mengatakan semangat kebangkitan nasional harus dimaknai sebagai keberanian keluar dari belenggu ketertinggalan dan ketidaktahuan di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Dulu perjuangan mempertahankan kedaulatan dilakukan secara fisik. Kini tantangannya bergeser pada bagaimana bangsa ini mampu menjaga kedaulatan informasi dan memenangkan transformasi digital,” ujar Eka Putra.

Menurutnya, lahirnya Boedi Oetomo menjadi titik awal kesadaran kolektif bangsa untuk bersatu melampaui sekat-sekat kedaerahan. Semangat itu harus terus dirawat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga mampu berdiri mandiri di tengah persaingan global.

Eka Putra juga mengingatkan pesan para pendiri bangsa bahwa kejayaan negara tidak ditentukan oleh campur tangan asing, melainkan oleh keteguhan dan kemandirian rakyatnya sendiri.

Sementara itu di Kabupaten Agam, Wakil Bupati Muhammad Iqbal memimpin upacara gabungan Harkitnas dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Lapangan Kantor Bupati Agam, Lubukbasung.

Dalam amanatnya, Iqbal menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Namun lebih dari itu, ia menekankan bahwa kualitas pendidikan menjadi kunci utama melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di era modern.

“Momentum Hari Pendidikan Nasional harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemkab Agam juga memberikan penghargaan kepada guru PNS dan PPPK berprestasi tingkat provinsi hingga nasional sepanjang 2025.

Penghargaan diberikan untuk berbagai kategori, mulai dari Kepala Sekolah Transformatif, Pelopor Kombel SD/SMP, hingga peraih medali PORNAS KORPRI 2025.

Rangkaian peringatan Harkitnas di berbagai daerah di Sumbar memperlihatkan satu benang merah: kebangkitan bangsa hari ini tidak lagi hanya berbicara soal nasionalisme simbolik, tetapi juga kesiapan menghadapi perang penguasaan informasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (wni/cc8/ptr)

Editor : Adriyanto Syafril
#Kedaulatan Informasi #perlindungan generasi muda #hari kebangkitan nasional #harkitnas #mutu pendidikan