PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperoleh bantuan program pemasangan Early Warning System (EWS) khusus banjir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem mitigasi bencana di wilayah rawan banjir di Pesisir Selatan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pessel, Armen, menjelaskan, kemarin (21/5), bantuan itu merupakan hasil usulan yang diajukan BPBD Pessel melalui BPBD Provinsi Sumatera Barat pada akhir 2025 lalu dan mendapat respons positif dari BNPB.
Menurutnya, keberadaan EWS sangat penting untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat terhadap potensi banjir, sehingga risiko dan dampak bencana dapat ditekan.
“EWS ini sangat penting karena dapat memberikan informasi lebih cepat kepada masyarakat sebelum banjir terjadi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem EWS yang akan dipasang nantinya berfungsi mendeteksi kenaikan debit air secara otomatis dan mengirimkan sinyal peringatan kepada masyarakat serta pihak terkait. Dengan sistem tersebut, warga diharapkan dapat segera melakukan langkah antisipasi secara mandiri sebelum banjir meluas.
Armen menambahkan, keberadaan EWS diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan rawan banjir. “Dengan adanya alat ini, masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan informasi manual, tetapi sudah berbasis teknologi,” katanya.
Untuk memastikan efektivitas pemasangan alat, BPBD Pessel bersama bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan telah melakukan survei di sejumlah titik rawan banjir.
Survei pertama dilakukan pada Minggu (3/5) di Nagari Salido Sari Bulan, Kecamatan IV Jurai. Selanjutnya, Senin (4/5), tim melanjutkan survei ke Nagari Taratak Tampatih, Kecamatan Batang Kapas, serta Nagari Kambang Timur dan Kambang Utara di Kecamatan Lengayang.
Selain itu, survei juga dilakukan di Nagari Gantiang Mudiak Utara Surantih, Kecamatan Sutera, serta sejumlah titik di Kecamatan Koto XI Tarusan.
Armen mengungkapkan, lokasi-lokasi tersebut dipilih karena memiliki tingkat kerawanan banjir yang cukup tinggi sehingga pemasangan EWS dinilai mendesak.
“Wilayah yang disurvei memang memiliki potensi banjir tinggi, sehingga kita berharap program ini benar-benar terealisasi di lokasi tersebut,” ungkapnya.
Dalam proses pemasangan nanti, BPBD juga akan melibatkan masyarakat setempat agar tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap alat peringatan dini tersebut.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya mitigasi bencana. “EWS ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi menjadi alat bersama untuk melindungi masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Armen menyebutkan bahwa program pemasangan EWS mengacu pada kebijakan nasional penanggulangan bencana yang menekankan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan di daerah rawan bencana.
Regulasi tersebut juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat. Karena itu, edukasi dan sosialisasi penggunaan EWS akan terus dilakukan kepada warga.
“Saya berharap dengan bantuan EWS dari BNPB ini, masyarakat di daerah ini dapat lebih siap menghadapi potensi bencana banjir, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian material dapat diminimalkan,” tutupnya. (yon)
Editor : Adriyanto Syafril