PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kabupaten Tanahdatar terus memperkuat hubungan dengan masyarakat perantauan sebagai bagian dari upaya membangun daerah secara bersama-sama. Komitmen itu ditunjukkan Bupati Tanahdatar Eka Putra saat bersilaturahmi dengan Ikatan Keluarga Tanahdatar (IKTD) Bandung Raya, Jawa Barat, Kamis (18/6), yang dirangkai dengan peninjauan Gedung Asrama Mahasiswa Yayasan Pagaruyung di Bandung.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan emosional antara pemerintah daerah dan perantau, tetapi juga memastikan kondisi fasilitas yang digunakan mahasiswa asal Tanahdatar yang tengah menempuh pendidikan tinggi di Bandung.
Dalam pertemuan itu, Eka Putra memberikan apresiasi kepada para perantau yang dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap kampung halaman melalui penyediaan fasilitas hunian bagi mahasiswa.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada para perantau yang telah memfasilitasi tempat tinggal bagi mahasiswa di perantauan. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kampung halaman,” ujar Eka Putra saat memberikan sambutan di hadapan pengurus IKTD, dikutip dari media sosial Pemkab Tanahdatar. Menurutnya, keberadaan asrama mahasiswa menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata perantau dalam mendukung generasi muda Tanahdatar untuk menempuh pendidikan di luar daerah.
Karena itu, pemerintah daerah juga membuka peluang memberikan dukungan terhadap pengembangan fasilitas asrama, dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Kami akan melihat kondisi keuangan daerah terlebih dahulu. Jika memungkinkan, pemerintah daerah akan membantu pengembangan asrama ini agar mahasiswa dapat menikmati fasilitas yang lebih baik,” katanya.
Selain membahas dukungan terhadap mahasiswa perantauan, Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih Kabupaten Tanahdatar. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat terhadap Tanahdatar terus meningkat, ditandai dengan kunjungan berbagai kementerian ke daerah tersebut.
“Alhamdulillah, hampir seluruh menteri telah berkunjung ke Kabupaten Tanahdatar. Ini menunjukkan bahwa Tanahdatar terus mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Eka Putra juga menjelaskan sejumlah proyek strategis yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah. Di antaranya pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Barulak serta rencana pembangunan jalan tol yang diproyeksikan melintasi sebagian wilayah Tanahdatar.
“Untuk Sekolah Rakyat akan dibangun di Nagari Tanjung Barulak. Sementara itu, rencana pembangunan jalan tol masih dalam tahap kajian dan kemungkinan akan melewati beberapa wilayah di Tanahdatar, seperti Sungai Tarab, Tambangan, atau jalur langsung dari Lembah Anai menuju Padang Panjang hingga Kecamatan X Koto. Kami mohon doa dan dukungan para perantau agar rencana ini dapat berjalan dengan baik,” terangnya.
Eka Putra menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari dukungan masyarakat perantauan. Karena itu, ia mengajak seluruh perantau untuk terus menjaga persatuan dan soliditas organisasi sebagai modal sosial dalam membangun daerah.
“Kekompakan dan soliditas sesama perantau harus terus dijaga. Kebersamaan menjadi kunci untuk mempererat hubungan antara ranah dan rantau demi kemajuan Tanahdatar,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Tanahdatar Anton Yondra menilai keberadaan asrama mahasiswa memiliki fungsi strategis, bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai simbol kepedulian sosial masyarakat Tanahdatar di perantauan.
Ia mendorong terjalinnya sinergi yang kuat antara mahasiswa, pengurus perantau, dan pemerintah daerah agar asrama tersebut dapat menjadi tempat bernaung yang aman dan nyaman bagi mahasiswa baru maupun warga Tanahdatar yang baru datang ke Bandung.
“Kita ingin asrama ini menjadi tempat bernaung yang ramah bagi mahasiswa baru maupun warga Tanahdatar yang membutuhkan tempat singgah sementara sebelum mendapatkan tempat tinggal tetap,” katanya.
Anton juga mengingatkan pentingnya pengelolaan aset asrama secara profesional agar memiliki kemandirian finansial dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah daerah. “Jika asrama memiliki sumber pendapatan mandiri, kita tidak akan terus bergantung pada APBD. Potensi itu terbuka karena kita memiliki aset tanah dan bangunan yang berada di lokasi strategis,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua IKTD Bandung Raya H. Syafriadi menjelaskan bahwa Gedung Asrama Mahasiswa Yayasan Pagaruyung merupakan bangunan dua lantai yang memiliki 17 kamar dan diperuntukkan bagi mahasiswa asal Tanahdatar yang kuliah di Bandung. Menurutnya, kondisi asrama hingga saat ini masih terawat dengan baik berkat kerja sama antara IKTD Bandung Raya dan Pemerintah Kabupaten Tanahdatar.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama Pemerintah Kabupaten Tanahdatar dan pengurus IKTD Bandung Raya, gedung ini tetap terawat dan berada dalam kondisi baik. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa asal Tanahdatar yang berada di Bandung,” pungkas Syafriadi. (cc8)
Editor : Adriyanto Syafril