Namun, faktanya, ada berbagai bentuk perselingkuhan yang dapat terjadi tanpa disadari.
Jika merujuk pada statistik yang menyebutkan sekitar 40% orang berselingkuh di luar hubungan utama mereka maka jumlah perselingkuhan yang terjadi saat ini sangatlah banyak.
Dilansir dari laman Your Tango pada Rabu (5/2/2025), terdapat enam jenis perselingkuhan yang tanpa disadari sering terjadi, berikut ulasannya.
- Perselingkuhan Emosional
Perselingkuhan emosional mungkin terdengar tidak berbahaya, tetapi ini bisa menjadi salah satu jenis perselingkuhan yang paling merusak dalam suatu hubungan.
Kebanyakan dari mereka yang melakukan perselingkuhan jenis ini beranggapan bahwa itu bukan perselingkuhan karena mereka tidak pernah berhubungan intim.
Namun, mereka sudah membayangkan masa depan bersama orang tersebut, berbagi rahasia pribadi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, tanpa ada batasan topik.
Mereka mungkin saja sudah mendiskusikan keuangan, tempat tinggal hingga masa depan bersama. Hubungan ini bisa sangat dalam dan sulit untuk putus.
- Perselingkuhan Berbasis Hasrat
Jenis perselingkuhan ini sering kali hanya didasari oleh nafsu sesaat, seperti hubungan tanpa keterikatan emosional.
Biasanya, wanita lebih sulit untuk hanya melakukan hubungan fisik tanpa melibatkan perasaan, tetapi kini semakin banyak wanita yang mampu memisahkan emosi mereka demi mengejar pengalaman yang mendebarkan.
Sebuah studi dalam Indian Journal of Endocrinology and Metabolism menyebutkan bahwa perselingkuhan ini biasanya dipicu oleh ketertarikan fisik yang kuat, kebutuhan akan sensasi baru, atau pelarian dari ketidakpuasan dalam hubungan utama.
Faktor seperti rendahnya rasa percaya diri juga bisa berperan. Jika seseorang sering terjebak dalam pola ini, terapi bisa membantu mengidentifikasi akar masalah dan menemukan solusi yang lebih sehat.
- Perselingkuhan dalam Hubungan Kedua
Perselingkuhan jenis ini terjadi ketika seseorang menjalani hubungan lain secara mendalam di luar pernikahannya.
Biasanya, orang yang melakukan perselingkuhan ini merasa terjebak dalam pernikahan yang tidak membahagiakan.
Beberapa dari mereka menikah muda dan menganggap hubungan baru ini sebagai cinta sejati atau orang yang tepat di waktu yang salah.
Dalam beberapa kasus, hubungan baru ini bisa berakhir dengan perceraian dan pernikahan kembali.
Namun, sering kali kepercayaan dalam hubungan baru tersebut menjadi masalah karena didasari oleh pengkhianatan sebelumnya.
- Perselingkuhan Sepihak
Perselingkuhan ini biasanya terjadi karena seseorang tergoda oleh orang lain yang sangat menginginkannya.
Bisa jadi seseorang di tempat kerja atau dalam sebuah pertemuan menunjukkan ketertarikan yang sulit ditolak, meskipun orang tersebut sebenarnya sudah merasa bahagia dengan pasangannya.
Studi dalam Current Opinion in Psychology menyatakan bahwa perselingkuhan sepihak bisa menyebabkan ketidakseimbangan emosional dalam hubungan, memicu frustasi, dan menurunkan rasa percaya diri pasangan yang dikhianati.
- Perselingkuhan Pasca Krisis
Jenis perselingkuhan ini terjadi setelah seseorang mengalami perubahan besar dalam hidupnya yang mengguncang emosi dan identitasnya.
Misalnya, kehilangan orang tua atau sahabat dekat, masalah kesehatan, atau kehilangan pekerjaan.
Peristiwa ini bisa membuat seseorang merasa kosong dan mencari cara untuk merasakan hidup kembali dengan orang lain.
- Perselingkuhan untuk Mengejar Ketertinggalan
Jenis perselingkuhan ini umum terjadi pada orang yang menikah muda dan merasa kehilangan kesempatan untuk mengeksplorasi hubungan lain sebelumnya.
Mereka mungkin bahagia dengan pasangan mereka, tetapi merasa ada sesuatu yang belum sempat mereka alami.
Ini bisa sangat menyedihkan karena sebenarnya hubungan utama mereka baik-baik saja, tetapi perselingkuhan ini bisa mengacaukannya.
Sebuah studi pada tahun 2012 menunjukkan bahwa keinginan untuk mengejar ketertinggalan ini sering kali berasal dari rasa penasaran terhadap hal yang belum pernah dialami sebelumnya.
Jika tidak dikomunikasikan dengan pasangan, perasaan ini bisa berkembang menjadi masalah serius dalam hubungan.
Meskipun setiap perselingkuhan memiliki latar belakang yang berbeda, kebanyakan berasal dari ketidakbahagiaan atau kurangnya komunikasi dalam hubungan utama.(*)
Editor : Hendra Efison