Namun, bagaimana perbedaan budaya memengaruhi dinamika hubungan? Tatiana Rivera Cruz, seorang pekerja sosial klinis yang berfokus pada konseling pasangan dan masalah keluarga, menjelaskan bahwa budaya memiliki peran penting dalam membentuk identitas seseorang.
Unsur-unsur budaya seperti bahasa, tradisi, norma sosial, dan dinamika keluarga membentuk cara seseorang memahami dirinya sendiri serta posisinya dalam masyarakat. Budaya juga memberikan rasa kebersamaan dan identitas kolektif dalam kehidupan sosial.
Perbedaan budaya dapat memengaruhi berbagai aspek dalam hubungan, mulai dari kesehatan mental hingga kebiasaan sehari-hari seperti makanan dan perayaan hari besar.
Seperti yang dilansir dari laman Verywell Mind, Kamis (6/2/2025), terdapat beberapa dampak budaya terhadap hubungan dan cara mengatasi perbedaan tersebut, berikut ulasannya.
Dampak Budaya terhadap Hubungan
- Kesehatan Mental
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa individu dalam hubungan antarbudaya lebih rentan mengalami gangguan kecemasan, diskriminasi, serta interaksi negatif dari keluarga dan teman dibandingkan dengan pasangan dari latar belakang budaya yang sama.
- Peran Gender
Dr. Sabrina Romanoff, seorang psikolog klinis, menjelaskan bahwa norma budaya sering kali menentukan peran gender dalam hubungan.
Misalnya, dalam hubungan heteronormatif, harapan terhadap laki-laki dan perempuan, termasuk dalam hal keuangan, tugas rumah tangga, dan peran sebagai orang tua, dibentuk oleh peran gender yang berlaku dalam budaya tertentu.
- Gaya Komunikasi
Perbedaan budaya juga memengaruhi cara pasangan berkomunikasi. Misalnya, cara mengekspresikan kasih sayang, menyelesaikan konflik, dan membuat keputusan dapat berbeda di setiap budaya.
Jika tidak disadari, perbedaan ini dapat menimbulkan kesalahpahaman dalam hubungan.
- Nilai dan Kebiasaan
Dr. Romanoff menekankan pentingnya memahami nilai budaya yang mungkin bertentangan dalam hubungan.
Perbedaan dalam pola asuh anak, batasan keterlibatan keluarga, dan kebiasaan sehari-hari bisa menjadi tantangan yang harus disepakati bersama oleh pasangan.
- Makanan dan Perayaan
Makanan dan perayaan budaya juga dapat menjadi tantangan dalam hubungan lintas budaya.
Namun, banyak pasangan yang berhasil mengatasi perbedaan ini dengan saling beradaptasi dan menghormati tradisi satu sama lain.
Strategi Mengatasi Perbedaan Budaya dalam Hubungan
- Prioritaskan Komunikasi yang Terbuka
Dr. Romanoff menekankan bahwa pasangan harus mengenali perbedaan budaya mereka dan secara proaktif membahas bagaimana perbedaan tersebut dapat memengaruhi hubungan.
Keterbukaan dan kejujuran dalam menyampaikan kebutuhan masing-masing menjadi kunci utama.
- Rayakan Keberagaman Budaya
Selain memahami perbedaan budaya pasangan, penting juga untuk merayakannya.
Misalnya, pasangan bisa menggabungkan tradisi dari kedua budaya dalam pernikahan atau acara keluarga untuk menciptakan pengalaman yang berarti.
- Ciptakan Pengalaman Bersama
Mengikuti perayaan budaya pasangan atau memasak makanan khas dari budaya masing-masing dapat mempererat hubungan.
Pendekatan yang penuh rasa ingin tahu dan tanpa penghakiman akan membantu menciptakan ruang yang aman untuk saling belajar dan memahami.
- Tetapkan Tujuan Bersama
Menentukan tujuan dan nilai bersama dapat membantu pasangan menjembatani perbedaan budaya.
Dengan membangun identitas baru dalam hubungan, pasangan dapat menghormati latar belakang masing-masing sekaligus menciptakan budaya keluarga yang unik bagi mereka.
Dr. Romanoff menegaskan bahwa setiap pasangan, baik dari budaya yang berbeda maupun serupa, tetap harus bernegosiasi dalam membangun hubungan yang sehat.
Proses ini adalah perjalanan berkelanjutan yang melibatkan pemahaman, adaptasi, dan komunikasi yang terbuka. (*)
Editor : Hendra Efison