Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perayaan Idul Fitri di Berbagai Penjuru Dunia: Setiap Negara Punya Tradisi Berbeda!

Wanda Andita Putri • Senin, 17 Maret 2025 | 12:20 WIB

Ilustrasi perayaan Idul Fitri.
Ilustrasi perayaan Idul Fitri.
PADEK.JAWAPOS.COM—Idul Fitri merupakan perayaan penting bagi umat Muslim di seluruh dunia setelah berakhirnya bulan Ramadan.

Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sebagai waktu untuk berkumpul bersama keluarga, mempererat silaturahmi, serta berbagi kebahagiaan.

Setiap negara di dunia memiliki tradisi unik dalam merayakan Idul Fitri, mulai dari mudik hingga pemberian THR alias tabungan hari raya di berbagai negara.

Lantas, bagaimana masing-masing negara menyambut hari raya penuh berkah ini? Berikut ulasannya seperti yang dilansir dari laman Muslim and Quran dan Tour Hero pada Senin (17/3/2025).

  1. Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sehingga tidak mengherankan jika Idul Fitri menjadi hari libur nasional di sini. Ada beberapa tradisi khas yang hanya ditemukan di Indonesia.

Salah satunya adalah mudik, yaitu tradisi pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.

Saat mendekati Idulfitri, kota-kota besar cenderung lebih sepi karena banyak orang kembali ke kampung halaman mereka.

Selain itu, masyarakat Indonesia juga mempersiapkan berbagai hidangan khas Lebaran, seperti opor ayam, lontong gulai, soto ayam, serta menunaikan zakat fitrah.

Malam terakhir Ramadan biasanya dirayakan dengan takbiran, yang ditandai dengan lantunan takbir dan tabuhan bedug di masjid-masjid maupun di jalanan.

Setelah itu, umat Muslim melaksanakan salat Id, yang kemudian dilanjutkan dengan menikmati berbagai hidangan khas Lebaran. Tradisi unik lainnya adalah sungkeman, yaitu meminta maaf kepada anggota keluarga, terutama kepada orang tua.

Selain itu, ada pula Halal Bihalal, yaitu tradisi berkunjung ke sanak saudara, tetangga, dan teman untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi.

  1. Malaysia

Malaysia juga memiliki perayaan Idul Fitri yang meriah. Masyarakatnya bersiap menyambut hari raya dengan mengenakan pakaian baru dan terbaik mereka. Pada pagi hari Idulfitri, umat Muslim berkumpul di masjid untuk melaksanakan salat Id.

Selain itu, di Malaysia, tradisi mengunjungi keluarga dan kerabat tidak hanya dilakukan pada hari pertama Idul Fitri, tetapi juga sepanjang bulan Syawal. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan keluarga dan bersilaturahmi dengan sanak saudara.

  1. Singapura

Geylang Serai, salah satu pemukiman Melayu tertua di Singapura, menjadi pusat perayaan Idul Fitri bagi umat Muslim yang tinggal di Singapura.

Setiap tahun, tampilan lampu yang spektakuler menerangi jalan-jalan Geylang Serai. Display ini bisa menampilkan lebih dari 50 jenis instalasi lampu dan visual, semuanya memancarkan warna yang cerah dan hidup.

Geylang Serai juga menjadi rumah bagi kegiatan Bazar tahunan. Makanan menjadi daya tarik utama di bazar ini, yang menampilkan lebih dari seratus vendor makanan yang menyajikan hidangan tradisional Melayu yang lezat.

  1. Turki

Perayaan Idul Fitri di Turki identik dengan pantai-pantai yang cerah! Ya, kamu tidak salah baca! Banyak orang Turki berbondong-bondong ke pantai selama liburan Idulfitri untuk menikmati cuaca panas.

Dengan mayoritas penduduk Muslim yang mencapai hampir 98%, banyak keluarga yang bepergian ke berbagai provinsi untuk mengunjungi kerabat mereka.

Lalu, mengapa pantai menjadi pilihan? Selain mengunjungi keluarga pada hari pertama perayaan Idul Fitri, umat Muslim di Turki juga memanfaatkan hari kedua dan ketiga untuk bersantai di pantai yang memikat.

Memancing, berenang, dan berbagai aktivitas seru lainnya dilakukan di pantai-pantai ini, sementara keluarga dan teman-teman menikmati liburan panjang untuk beristirahat dan bersantai.

  1. Mesir

Di Mesir, perayaan Idul Fitri ditandai dengan semangat riang saat mengunjungi anggota keluarga yang lebih tua setelah salat pagi di masjid.

Seringkali, para orang tua memberikan uang kecil sebagai tanda kasih kepada yang lebih muda dalam keluarga.

Dengan pertemuan keluarga sebagai fokus utama, banyak orang Mesir yang mengunjungi taman publik dan kebun binatang untuk merayakan acara ini.

  1. Islandia

Perayaan Idul Fitri di Islandia adalah yang paling unik dalam daftar ini. Meskipun komunitas Muslim di Islandia masih tergolong minoritas, mereka merayakan Idul Fitri dengan cara mereka sendiri.

Sebelum perayaan, umat Muslim di Islandia juga menjalani puasa dari senja hingga fajar selama Ramadan.

Di puncak musim panas, matahari tetap terbenam pada tengah malam dan terbit lagi dua jam kemudian. Ini berarti umat Muslim di Islandia harus berpuasa hingga 22 jam sehari.

Meskipun terdengar sangat menantang, para ahli agama memberikan alternatif bagi mereka yang tinggal di tanah matahari tengah malam.

Muslim di Islandia bisa memilih untuk berbuka berdasarkan waktu matahari terbit dan terbenam dari negara terdekat, atau mengikuti zona waktu Arab Saudi. Pada umumnya, Idul Fitri dirayakan di salah satu masjid di Reykjavík, ibu kota Islandia.

Pengunjung yang datang ke masjid membawa hidangan internasional yang menggugah selera, termasuk masakan dari Indonesia, Mesir, dan Eritrea, untuk merayakan acara suci ini.

Anak-anak mengenakan pakaian terbaik mereka dan saling bertukar hadiah dengan teman dan keluarga. (*)

Editor : Adetio Purtama
#idul fitri #perayaan idul fitri #ramadan