Deretan lapak dadakan yang menjajakan berbagai jenis buket bunga dan hadiah wisuda berjejer rapi di tepi jalan, menciptakan "pasar bunga" musiman yang ramai diserbu keluarga dan kerabat wisudawan.
Bagi para pedagang, momen wisuda merupakan "panen" besar yang sangat dinantikan. Salah satunya adalah Andri Setiawan, 37, seorang penjual buket yang mengaku omsetnya meningkat drastis saat acara wisuda.
"Alhamdulillah laris, apalagi kalau wisudawannya juga banyak, pembeli juga meningkat," ujar Andri, Selasa siang (28/10/2025)
Buket yang ditawarkan pun beragam, mulai dari buket bunga segar, bunga palsu, buket uang, hingga buket snack dan boneka. Buket bunga segar, meskipun harganya bervariasi dari Rp 25 Ribu hingga ratusan ribu, tetap menjadi primadona.
Dalam seharian itu, para penjual buket ini bisa meraup keuntungan yang signifikan. Bahkan, beberapa pedagang mengaku omset harian mereka saat puncak wisuda bisa mencapai hingga jutaan rupiah.
Namun, berjualan di tepi jalan juga memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait lokasi dan persaingan.
Beberapa pedagang mengeluhkan larangan berjualan di dalam area kampus yang membuat mereka harus beradaptasi dengan berjualan di pinggir jalan atau trotoar.
Meski demikian, tradisi memberikan buket sebagai simbol apresiasi dan kebahagiaan atas pencapaian kelulusan, membuat bisnis musiman di tepi jalan ini tetap hidup dan membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro tersebut. Mereka berharap kegiatan wisuda akan terus berjalan normal agar peluang rezeki di tepi jalan ini tetap terbuka lebar. (M Reza Bayu Permana/cr2)
Editor : Hendra Efison