Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ade Rezki Pratama, Pionir Politisi Muda dari Ranah Minang

Admin Padek • Senin, 10 Juli 2023 | 08:10 WIB
PIONER: Ade Rezki Pratama didapuk menjadi pimpinan sementara DPR/MPR-RI Periode 2014-2019. (Foto: Dok)
PIONER: Ade Rezki Pratama didapuk menjadi pimpinan sementara DPR/MPR-RI Periode 2014-2019. (Foto: Dok)

Anak muda bisa apa? Anak muda lahir untuk mencatatkan sejarah. Itulah yang dilakukan H Ade Rezki Pratama SE MM. Politisi muda dari Partai Gerindra ini tercatat sebagai anak muda pertama dari ranah Minang yang berhasil menang dan melenggang ke senayan. Ade Rezki Pratama tercatat sebagai anggota Fraksi Partai Gerindra DPR-RI dua kali (Periode 2014-2019 dan Periode 2019-2024).


Two Efly, Wartawan Padang Ekspres

Ade Rezki Pratama lahir di Bukittinggi pada 8 November 1988. Ia menghabiskan masa kecil hingga SLTA di Kota Bukittinggi. Setelah menuntaskan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Trisakti tahun 2013, Ade langsung terjun ke dunia politik. Pemilu legislatif periode 2014-2019 merupakan titik awal dirinya memulai karir di dunia politik.

Di awal kemunculannya tahun 2014 itu, banyak pihak yang meragukan dia lolos ke Senayan. Selain dipandang masih muda belia, lawan tanding dalam satu partai dan di luar partai di Dapil 2 Sumbar (Pasaman, Pasaman Barat, Padangpariaman, Pariaman, Agam, Bukittinggi Payakumbuh dan Limapuluh Kota), tidaklah tokoh sembarangan.

Sejumlah politisi kawakan asal Sumbar kala itu turun gunung dan bertarung. Di internal Partai Gerindra ada Endang Irzal (mantan Cagub Sumbar), Sukri Bey (mantan pejabat di Pemprov DKI Jakarta). Di luar partai ada nama, Nudirman Munir (Golkar), Mulyadi (Partai Demokrat), Taslim (PAN), Refrizal (PKS), Iqbal (PPP). Semua tokoh itu adalah politisi yang sudah malang melintang di level nasional. Mayoritas berstatus incumbent dan tokoh yang sangat berpengalaman di politik.

Tak anak muda namanya kalau tak memiki sikap dan jiwa optimistis. Walau berstatus politisi pemula dan muda belia, ternyata Ade Rezki Pratama mampu tampil beda dan mencuri perhatian publik di Dapil 2 Sumbar.

Tak diduga, dalam Pemilu 2014-2019, Ade justru mampu rising star dan meraih suara terbanyak di internal Partai Gerindra. Ade juga meninggalkan jauh para rival satu partainya.

Di Dapil 2 Sumbar Ade Rezki Pratama meraih suara terbanyak kedua. Suara personalnya mencapai 71.847.

Catatkan Record

Ada beberapa catatan menarik yang mampu ditorehkan anak muda asal Bukittinggi ini. Ada yang dituliskan di Sumatera Barat dan juga di tingkat nasional.

Apa itu? Pertama, untuk pertama kalinya dalam sejarah Sumatera Barat anggota DPR/MPR-RI termuda berasal dari Ranah Minang. Dengan status anggota termuda ini, sesuai undang undang Ade Rezki Pratama didapuk menjadi pimpinan sementara DPR/MPR-RI periode 2014-2019.

Saat dilantik dan diambil sumpahnya menjadi anggota DPR/MPR-RI, Ade Rezki Pratama berusia 26 tahun. Di meja pimpinan DPR di Senayan, Ade Rezki Pratama berduet dengan Popong Otje Djundjunan (Nce Popong) dari Partai Golkar sebagai anggota DPR-RI tertua. Sementara itu untuk pimpinan sementara MPR-RI Ade Rezki Pratama berduet dengan Sultan Ternate Alm Mudaffar Sjah (DPD asal Maluku).

Tak mudah untuk menjadi pimpinan sementara kala itu. Waktu dan momentumnya kurang tepat bagi seorang politisi muda dan pemula. Pembelahan politik antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sebagai bentuk dinamika Pilpres menjalar jauh sampai ke gedung DPR-RI.

Ujian terberatnya, Ade Rezki Pratama kala itu adalah memimpin sidang paripurna pertama untuk membentuk dan memilih pimpinan definitif DPR-RI.

Dalam sidang paripurna yang berlangsung hingga dini hari itu Ade Rezki Pratama bersama Nce Popong berhasil menuntaskannya dengan menetapkan Setya Novanto (Ketua DPR/Golkar), Fadli Zon zon (Wakil Ketua/Gerindra), Fahri Hamzah (Wakil Ketua/PKS), Agus Hermanto (Wakil Ketua/Demokrat) dan Taufik Kurniawan (Wakil Ketua/PAN).

Kedua, politisi muda dengan suara terbanyak. Dalam kontestasi pemilu 2014-2019 Ade Rezki Pratama berhasil mencatatkan sejarah sebagai politisi muda pertama yang mampu meraup suara 71.847. Ini jelaslah catatan terbaik kala itu. Ade hanya kalah dibanding politisi senior Mulyadi yang mampu membukukan perolehan suara melebihi 84.000 kala itu.

Ketiga, politisi muda yang mampu konsisten meraup dukungan besar dari pemilih. Jika tahun 2014-2019 Ade meraih suara terbanyak di internal Gerindra, maka lima tahun berikutnya kembali mampu mencatatkan sejarah.

Pada Pemilu 2019-2024, Ade kembali maju dan bertarung. Di sinilah kefigurannya makin teruji. Jika di Pemilu 2014-2019 lalu Ade mampu meraup 71.847 suara, maka di periode 2019-2024 raihan suaranya naik pesat. Ade mampu membukukan 104.740 suara.

Masih banyak catatan sejarah lainnya yang mampu dibukukan Ade di dunia politik. Namun satu hal yang pasti, anak muda ini telah mampu memecah mitos dan mencatat record.

Ade Rezki Pratama dalam perjalanannya juga sudah mampu menjadi inspirasi serta role model bagi milenial berikutnya. Kemunculan Ade di ranah politik nasional telah menginspirasi anak muda lainnya di Sumbar untuk terjun ke dunia politik.

Benarkah? Mari kita lihat data. Setelah tahun 2014, sejumlah anak muda turun dan bertarung di ranah politik. Ada yang bertarung untuk jabatan kepala dan wakil kepala daerah dan ada pula yang berjuang di legislatif.

Untuk kepala daerah saat ini tercatat 9 anak muda, yakni Hendri Septa (Wali Kota Padang), Erman Safar (Wali Kota Bukittinggi), Fadly Amran (Wali Kota Padangpanjang), Sutan Riska Tuanku Kerajaan (Bupati Dharmasraya), Benny Yuswir (Bupati Sijunjung) dan Eka Putra (Bupati Tanahdatar).

Sementara di posisi Wakil Kepala Daerah ada Wakil Gubernur Audy Joinaldy, Ramadhani Kirana Putra (Wakil Walikota Solok), Richi Aprian (Wabup Tanahdatar), dan Rizki Kurniawan Nakasri (Wabup Limapuluh Kota).

Muda bukan berarti tak bisa berbuat apa,,,- apa. Pada periode pertama menjadi anggota Komisi IV DPR-RI, Ade Rezki Pratama berhasil menggaet ratusan miliar dana APBN khusus bidang infrastruktur ke ranah Minang. Selama lima tahun (2014-2019) tercatat lebih dari 12 ribu unit rumah warga miskin yang sudah dibedah dan renovasinya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Sedikitnya Rp200 miliar dana APBN digelontorkan untuk warga kurang mampu tersebut. Begitu juga infrastruktur pertanian, ratusan unit irigasi primer, sekunder dan tersier dibangun.

Puluhan embung dan bantuan revitalisasi air bersih (PDAM) Kota Bukittinggi. Tercatat Rp75 Miliar dana dari APBN yang mampu ditarik pulang untuk daerah pemilihannya oleh Ade Rezki Pratama untuk itu.

Memasuki periode kedua (2019-2024) Ade Rezki Pratama tetap “manaruko” untuk konstituennya. Ditempatkan sebagai anggota Komisi IX DPR-RI, Ade berhasil memboyong peralatan kesehatan.

Puncaknya ketika Covid-19 mewabah, Alat Pelindung Kesehatan (APK) yang menjadi tameng terakhir para medis berhasil didroping dalam jumlah besar ke Sumbar.

Tak saja membantu tenaga medis, selama Covid melanda, Ade membantu banyak warga dan lembaga. Kalau tak percaya silakan buka jejak digital dan dengan gampang kita bisa menemukan itu di Google dan media sosial.

Sebagai anggota DPR RI yang membidangi masalah kesehatan dan tenaga kerja, Ade juga banyak berjuang untuk sektor kesehatan.

Melalui kerja politiknya di DPR RI Ade mendorong dan membantu pemkab, pemko dan pemprov dalam penguatan sektor kesehatan. Baik berupa beasiswa, SDM kesehatan maupun alat-alat kesehatan serta obat-obatan.

Meski memfokuskan diri pada sektor kesehatan, perjuangan infrastruktur tetap jadi prioritas. Sebut saja revitalisasi infrastruktur Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah milik kabupaten dan kota, RSUD provinsi maupun RSUP M Djamil Padang juga berhasil diperjuangkan Ade melalui anggaran APBN.

Selain itu, Ade berhasil membantu dan memberikan proteksi risiko tenaga kerja riskan seperti petani, nelayan, ojek dan pekerja informal lainnya dengan menggratiskan iuran selama 3 bulan pertama.

Ade juga memperjuangkan program bantuan permodalan usaha bagi kelompok tenaga kerja muda melalui dana TKM (tenaga kerja mandiri) dengan nilai setiap kelompok Rp 25 juta. Program ini bergulir sejak tahun 2022 sampai 2024 mendatang.

Sebagai anggota Badan Anggaran DPR RI, Ade juga komit dan sungguh-sungguh membantu pemda agar kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat dapat semakin baik.

Teranyar, Jalan Suliki Sungai Dadok di Kabupaten Limapuluh kota yang sejak lama tidak diaspal, akhirnya mulus pada lahir tahun 2022, jalan di Kabupaten Pasaman dan revitalisasi 23 ruas jalan dalam Kota Bukittinggi dengan nilai Rp 50 miliar lebih.

Tahun 2023 ini, setelah pandemi Covid-19 Ade Rezki Pratama sesuai arahan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan penguatan infrastruktur pertanian.

Delapan kabupaten dan kota di Dapil 2 Sumbar, yakni Pariaman, Padangpariaman, Pasaman, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, Limapuluh Kota mendapat sentuhan program ketahanan pangan melalui DAK (dana alokasi khusus) 2023 dengan anggaran lebih kurang Rp 65 miliar.

Sejarah memang hadir untuk dicatatkan dan anak muda juga terlahir untuk ikut mencatatkan sejarah. Banyak fakta sejarah yang sudah membuktikan itu, termasuk cikal bakal lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini sendiri.

Masihkah anak muda mendapat tempat di hati publik? Dan mampukah Ade Rezki Pratama membukukan hattrick? Kita tunggu saja hasil pemilu legislatif yang akan digelar pada 14 Februari 2024. (*) Editor : Admin Padek
#Pimpinan Sementara DPR MPR #Dapil 2 Sumbar #caleg dpr ri #ade rezki pratama #pemilu #gerindra