Pj Wali Kota Zefnihan mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi daerah sangat bergantung pada sektor pasar dan destinasi wisata. Oleh karena itu, potensi dari kedua sektor ini perlu dimaksimalkan.
“Kami melakukan peninjauan langsung ke pasar, mendengarkan aspirasi para pedagang, tukang ojek, dan pengunjung. Informasi ini akan menjadi dasar bagi kami untuk memperbaiki dan meningkatkan aktivitas jual beli di daerah ini,” ujar Zefnihan.
Dalam kunjungan tersebut, Zefnihan didampingi oleh Sekko Ambun Kadri, Ketua DPRD Eka Wahyu, Wakil Ketua DPRD Jaswandi dan Elfia Rita Dewi, Danramil Sawahlunto Mayor Tuti Andayani, Kapolsek Sawahlunto Kota Iptu Marwan, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.
Zefnihan juga membahas langkah-langkah jangka pendek yang dapat diambil dengan anggaran yang terbatas. Langkah-langkah ini terkait dengan program-program strategis yang akan dilakukan.
Selama kunjungan, Zefnihan juga menyambangi lapak-lapak pedagang kebutuhan harian, mendengarkan keluhan mereka, dan memeriksa fluktuasi harga dan ketersediaan stok barang.
Para pedagang di pasar tradisional mengeluhkan penurunan pengunjung karena semakin banyaknya penjualan online melalui media sosial dan aplikasi. Bahkan, beberapa pedagang menerapkan sistem pembayaran langsung (COD) dengan harga yang lebih rendah daripada di pasar, yang merupakan praktik monopoli yang terang-terangan.
“Kami tidak ingin terkendala oleh keterbatasan anggaran saat membangun. Kami sedang mencari cara untuk melakukan pekerjaan dengan anggaran yang terjangkau namun memberikan hasil yang dapat segera dinikmati oleh masyarakat,” tambah Zefnihan.
Selama kunjungan lapangan, mereka juga membahas langkah-langkah untuk mengoptimalkan penjualan makanan pinggir jalan (street food) di Kota Sawahlunto. (atn) Editor : Novitri Selvia