Kegiatan ini diinisiasi Komunitas Pecinta Kereta Api Sumatrain dan dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Drs. Irzam K., MM.
Walking Train Sawahlunto 2026 didukung PT KAI Divre II Sumatera Barat, Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, PT Bukit Asam UPO, Ikatan Uda Uni Sawahlunto, serta pemangku kepentingan lainnya.
PT KAI Divre II Sumatera Barat menyatakan dukungan sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah perkeretaapian dan pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya di Sumatera Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Museum Gudang Ransum Sawahlunto.
Peserta kemudian menelusuri situs perkeretaapian bersejarah, antara lain Lokomotif Uap Mak Itam di kawasan Museum Kereta Api Sawahlunto dan Terowongan Lubang Kalam.
Jalur tersebut merupakan bagian dari sejarah peran kereta api dalam mendukung aktivitas pertambangan batubara dan pembangunan Kota Sawahlunto.
Kegiatan diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, mengatakan keterlibatan KAI juga bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan perkeretaapian.
“KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, andal, dan berorientasi pada pelayanan prima. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan di sekitar jalur dan aset perkeretaapian,” ujar Reza.
Ia menambahkan, KAI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis sejarah.
“Kami memastikan operasional perkeretaapian tetap mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” katanya.(*)
Editor : Hendra Efison