Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, empat petugas penyelenggara pemilu yang jatuh sakit terdiri dari dua petugas pengawas pemilu, satu petugas KPPS dan satu petugas linmas. Mereka bertugas di TPS yang berbeda.
Komisioner Bawaslu Sijunjung Heru Rahmat Julisa mengungkapkan, dua orang petugas pengawas pemilu yang sakit dan mesti dirawat itu tercatat bertugas di Kecamatan Lubuktarok dan Koto VII. Diduga disebabkan status kesehatan mereka mengalami drop akibat kelelahan setelah menjalankan tugas sejak pagi sampai malam di TPS.
“Diduga kelelahan hingga akhirnya jatuh sakit, selanjutnya harus istirahat dan menjalani rawatan medis. Namun proses rawatan medis yang dijalani berupa rawat jalan, bukan rawat inap rumah sakit atau di puskesmas,” ujar Heru, kemarin (15/2).
Meski demikian, ulasnya, pelaksanaan pemilu 2024 di daerah setempat tetap berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada ditemukan adanya pelanggaran. Antusias warga dalam melakukan proses pencoblosan terpantau cukup tinggi, mulai sejak pagi hari sudah ramai mengantri di TPS yang ditentukan.
Memasuki proses penghitungan suara pada sore harinya, warga pun kembali berdatangan untuk memastikan hasil perolehan suara, terutama suara Caleg Kabupaten Sijunjung dan Pilpres.
Senada, Komisioner KPU Sijunjung Juni Wandri saat dihubungi Padang Ekspres membenarkan adanya petugas TPS jatuh sakit hingga terpaksa mendapat rawatan medis. Menurutnya masalah kesehatan yang dialami para petugas itu terjadi karena faktor kelelahan.
Setelah seharian bertugas menyelenggarakan pemilu, selanjutnya langsung ke proses penghitungan suara hingga tengah malam, bahkan sampai lewat waktu subuh. Namun begitu ditegaskannya jumlah petugas jatuh sakit yang terpantau oleh KPU semuanya sebanyak tiga orang, bukan empat orang.
Yakni dua orang tercatat sebagai anggota KPPS Lubuktarok, satu petugas linmas yang bertugas di Kecamatan IV Nagari. “Mereka kebetulan bertugas di TPS yang berbeda-beda,” kata Juni Wandri.
Selain itu juga diakuinya ada sebanyak enam orang petugas KPPS di Kecamatan Koto VII mengalami kesurupan pada proses pemungutan dan penghitungan suara pada pemilu, Rabu (14/2) kemarin.
“Di Koto VII ada enam orang petugas KPPS yang kesurupan saat proses pemungutan suara. Lokasinya di TPS yang berbeda-beda, dan ini juga disebabkan faktor kelelahan, namun tidak sempat dirawat,” jelas Juni Wandri selaku Kepala Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Sijunjung.
Meski demikian, Juni mengatakan bahwa pelaksanaan proses pemungutan suara pemilu 2024 di Sijunjung dilaporkan berjalan aman dan lancar. Kemarin, surat suara dan logistik pemilu sudah dibawa dari TPS untuk direkapitulasi di tingkat kecamatan.
Selanjutnya, proses rekapitulasi di tingkat kecamatan akan dimulai Jumat (16/2) ini. Pihaknya juga mengatakan, sejauh ini di Kabupaten Sijunjung belum ada laporan tentang adanya pemungutan suara ulang (PSU).
Untuk hasil pemilu secara resmi, kata Juni, menunggu pengumuman resmi dari KPU RI. Sedangkan untuk DPRD tingkat kabupaten hasilnya akan disampaikan di tingkat KPU Kabupaten di awal Maret mendatang. (atn) Editor : Novitri Selvia