Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tingkatkan Ekonomi Petani lewat Pengolahan Bawang Goreng

Eri Mardinal • Sabtu, 14 September 2024 | 08:10 WIB

Tim dosen Universitas Adzkia dan Universitas Bung Hatta saat pengabdian masyarakat di Surian, Kabupaten Solok.
Tim dosen Universitas Adzkia dan Universitas Bung Hatta saat pengabdian masyarakat di Surian, Kabupaten Solok.
PADEK.JAWAPOS.COM—Tim dosen Universitas Adzkia dan Universitas Bung Hatta menggelar pengabdian masyarakat di Surian, Kabupaten Solok.

Kegiatan ini diadakan di Jorong Ladang Padi, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat selama 8 bulan (Maret sampai Oktober 2024).

Tim ini diketuai oleh Dr. Rahmatul Hayati, M.Pd  (Universitas Adzkia), yang beranggotakan tim dosen yaitu Defri Rahman, SP, M.Si (Universitas Adzkia), Nailal Husna (Universitas Bung Hatta). Serta didukung oleh tim mahasiswa yaitu Oktia Verinda (Universitas Adzkia) dan Syahrul Rahmadani (Universitas Adzkia).

Pengabdian masyarakat ini mengambil tema ”Pengolahan Hasil Pertanian Bawang Merah Goreng dan Pemasaran Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Ladang Padi Surian”.

”Kegiatan ini merupakan implementasi dari perolehan hibah pengabdian masyarakat yang didanai Kemendikbudristek Tahun 2024,” kata Rahmatul Hayati, kemarin.

Tujuan kegiatan ini diantaranya untuk peningkatan level keberdayaan mitra sasaran Kelompok Tani Hidup Bersama (KTHB), dimana dalam kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Ladang Padi Surian.

Kemudian meningkatkan pendapatan masyarakat Ladang Padi Surian melalui pengolahan bawang merah menjadi produk bawang merah goreng, baik di tingkat wilayah/kabupaten, maupun secara luas.

Bagi masyarakat yang bekerja sebagai buruh tani memperoleh pekerjaan yang layak dan berdampak kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat Ladang Padi Surian. Dan memberikan pengalaman bagi mahasiswa yang dijadikan rekognisi mahasiswa yang dapat menjadi bagian MBKM minimal 6 SKS (IKU 2).

”Sasaran peserta adalah masyarakat Ladang Padi Surian petani bawang merah dan buruh tani yang bekerja membersihkan bawang merah yang berhimpun dalam Kelompok Tani Hidup Bersama (KTHB),” tuturnya.

Rahmatul Hayati menjabarkan tahapan kegiatan, mulai survey lapangan (koordinasi dengan sasaran dan menentukan tujuan), penentuan kegiatan dan metode pendampingan, pendampingan pengolahan hasil pertanian bawang merah goreng dan pemasaran berbasis teknologi.

”Tahapan selanjutnya, tim pengusul melakukan sosialisasi pada 22-23 Juli 2024 untuk memperkenalkan program pengabdian kepada sasaran mitra. Kemudian tim mengadakan penyuluhan dan pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KTHB dalam mengelola hasil pertanian menjadi produk bernilai tinggi,” bebernya.

Selanjutnya, tim melaksanakan kegiatan pelatihan pada 29-31 Juli 2024 untuk penerapan teknologi dan mengimplementasikan teknologi dalam pemasaran produk menggunakan platform digital dan pemasaran online.

Salah satu komponen utama dari program ini adalah penerapan teknologi dan penyediaan alat-alat modern. Penerapan teknologi ini dilakukan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi dalam pemasaran produk pertanian, kemudian tim pengabdian akan memberikan contoh konkret tentang bagaimana teknologi dapat meningkatkan akses pasar dan efisiensi dalam pemasaran produk.

Tahapan selanjutnya, tim melakukan pendampingan dalam mengolah bawang merah menjadi bawang goreng sampai ke tahapan pengemasan, sehingga siap untuk dipasarkan.

Dalam pengolahan bawang goreng, petani juga diberikan alat-alat modern seperti mesin pengiris bawang otomatis, pengering, dan alat vakum. Alat-alat ini tidak hanya mempercepat proses produksi tetapi juga meningkatkan kualitas produk akhir.

Tahap akhir adalah evaluasi, berdasarkan evaluasi program ini memiliki dampak sosial yang sangat signifikan, dalam pelatihan dan penggunaan alat modern tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis petani tetapi juga membangun rasa kebersamaan di antara mereka. Para petani menjadi lebih terhubung, dengan adanya kelompok-kelompok kerja yang saling mendukung dan berbagi pengetahuan.

Program ini juga meningkatkan rasa percaya diri petani, yang kini merasa lebih siap menghadapi tantangan pasar dan berinovasi dalam cara mereka mengelola usaha mereka.

Secara keseluruhan, program PKM ini telah membawa perubahan positif yang mendalam bagi masyarakat di kenagarian Surian, dengan meningkatkan efisiensi produksi bawang merah dan kualitas bawang goreng.

Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani tetapi juga membuka lapangan pekerjaan serta menumbuhkan semangat para petani untuk terus menjaga dan meningkatkan pertanian bawang merah mereka.

Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana pelatihan dan teknologi dapat dipadukan untuk menciptakan dampak yang luas dan berkelanjutan yang dapat membawa manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. (eri)

 

Editor : Adetio Purtama
#Pengabdian kepada masyarakat #Universitas Adzkia