Dua wilayah ini menjadi lokasi prioritas karena termasuk yang paling parah terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Ivoni Munir, S.Farm., Apt., yang menerima langsung kedatangan rombongan WFI.
Turut hadir Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, Dandim 0309/Solok Letkol Kav Sapta Raharja, S.I.P., M.Han, Wali Nagari Muaro Pingai Dodi Hermen, SE, serta Kepala Rombongan WFI, Uni Jesmawati Tanjung.
Banjir bandang sebelumnya menyebabkan beberapa akses jalan ambruk dan membuat empat nagari sempat terisolasi selama beberapa hari.
Pada masa awal tanggap darurat, bantuan hanya dapat dikirim melalui jalur Danau Singkarak.
Wakil Bupati Solok menyampaikan bahwa sembilan kecamatan dan enam belas nagari terdampak bencana, dengan kerusakan infrastruktur yang memutus sejumlah akses darat.
Lebih dari 2.000 warga tercatat mengalami dampak signifikan.
Pendiri WFI, Uni Jesmawati Tanjung, menjelaskan bahwa penggalangan bantuan dilakukan segera setelah bencana terjadi.
Sumatera Barat menjadi tujuan pertama sebelum penyaluran dilanjutkan ke Aceh dan Sumatera Utara.
Rombongan juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua DPRD dan Wakil Bupati Solok sebelum menuju Paninggahan.
Setibanya di lokasi, WFI diterima oleh Wali Nagari Chandra Hermiyanto, S.Pd., serta sejumlah unsur pemerintahan nagari dan DPRD setempat.
Bantuan disalurkan melalui posko resmi di kedua nagari untuk memastikan distribusi tepat sasaran bagi warga terdampak.(CR8)